BLITAR KAWENTAR - Sebanyak 200 tukang becak di Kabupaten Blitar bakal menerima bantuan becak listrik dari Presiden Prabowo Subianto.
Sebelum dibagikan, seluruh penerima diwajibkan mengikuti pelatihan pengoperasian di Pendapa Sasana Adhi Praja (SAP) pada Selasa (3/3).
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Blitar, Puguh Imam Susanto mengatakan, para pengayuh becak yang sudah terdata sebagai penerima mendapatkan pembekalan teknis.
Pelatihan diberikan kepada semua tukang becak yang sudah terdata sebagai penerima dan menghadirkan instruktur langsung dari PT Pindad.
Tujuannya para penerima tidak mengalami kesulitan saat mulai mengoperasikan becak listrik. “Supaya tidak kaget dan nantinya bisa mengoperasikan becak listrik dengan baik. Pelatihan digelar di Pendapa Sasana Adi Praja di Kanigoro," ujarnya.
Puguh melanjutkan, pelatihan hanya sehari saja, lalu rencananya becak listrik diberikan pada Sabtu (7/3).
Bantuan tersebut bukan berasal dari APBN, melainkan dari dana pribadi presiden. Dengan begitu, pemerintah daerah tidak berani cawe-cawe dalam pengadaan ini.
Dari pantauan, calon penerima becak listrik antusias menjalani pelatihan. Mereka bergantian menaiki becak listrik dengan mengelilingi Kantor Bupati Blitar.
Sementara itu, Wakil Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Blitar Ratna Dewi Nirwana Sari memastikan penerima merupakan warga Kabupaten Blitar yang benar-benar berprofesi sebagai tukang becak.
“Penerimanya warga Kabupaten Blitar yang memang berprofesi sebagai tukang becak, bukan asal comot. Sehingga pendataannya ketat, jika mereka tidak bisa mengendarai becak tentu mubazir,” katanya.
Ratna menjelaskan, sebelum penyerahan, para penerima mendapatkan pelatihan terkait mekanisme pengoperasian hingga pengisian token listrik.
Untuk pendataan, sebanyak 50 nama berasal dari usulan pemerintah daerah dan 150 lainnya dari partai.
Seluruhnya telah diverifikasi sesuai profesi. Rencananya, distribusi becak listrik dilakukan dalam waktu dekat setelah seluruh tahapan pelatihan rampung.
“Yang perlu diketahui, bantuan becak listrik ini murni dari kantong pribadi Presiden Prabowo dan bukan dari anggaran negara. Direncanakan ada gelombang kedua setelah ini rampung," pungkasnya. (jar/c1/ynu)
Editor : Anggi Septian A.P.