Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

⁠Kirab Barongsai-Liong Tutup Rangkaian Perayaan Cap Go Meh di Kota Blitar

M. Subchan Abdullah • Rabu, 4 Maret 2026 | 10:47 WIB

Kirab Barongsai dan Liong Tutup Rangkaian Perayaan Cap Go Meh Jadi Simbol Kebersamaan di Tengah Perbedaan
Kirab Barongsai dan Liong Tutup Rangkaian Perayaan Cap Go Meh Jadi Simbol Kebersamaan di Tengah Perbedaan

BLITAR KAWENTAR - Suasana ruas jalan protokol Kota Blitar menjadi lebih meriah sejak pagi hingga siang kemarin.

Beberapa Barongsai menari indah di sepanjang ruas jalan dengan ditemani Liong yang meliak-liuk menyesuaikan irama musik.

Masyarakat tampak antusias menyaksikan tarian barongsai dan liong yang menjadi bagian dari kirab merayakan Cap Go Meh.


Mereka melintasi sejumlah ruas jalan untuk menghibur masyarakat. Beberapa warga juga ada yang memberikan angpau kepada barongsai. Kirab barongsai dan liong tersebut merupakan tradisi tahunan yang digelar di akhir perayaan Tahun Baru Imlek.


Koordinator Barongsai Kota Blitar, Daniel, mengatakan Cap Go Meh merupakan hari ke-15 sekaligus hari terakhir dalam rangkaian Imlek.

Penutupan dilakukan dengan kirab sebagai bentuk ungkapan syukur serta hiburan bagi masyarakat. “Cap Go Meh ini hari terakhir perayaan Imlek.

Penutupannya kami gelar kirab Barongsai dan Liong agar bisa dinikmati masyarakat luas,” ujarnya, kemarin (3/2).


Dalam kirab tersebut, sebanyak 10 barongsai dan dua naga (liong) diturunkan. Rute kirab menempuh jarak sekitar enam kilometer, lebih pendek dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai delapan kilometer.

“Tahun ini rutenya sekitar enam kilometer, sedikit kami pangkas dari tahun lalu karena beberapa pertimbangan,” jelas Daniel.


Dia menambahkan, tradisi kirab Cap Go Meh di Blitar telah rutin digelar sejak 2007. Kegiatan ini sempat terhenti sementara saat pandemi Covid-19, namun kembali digelar dan terus dijaga sebagai bagian dari tradisi budaya masyarakat Tionghoa.


“Harapannya kegiatan ini bisa terus berjalan dan membawa dampak positif, tidak hanya sebagai hiburan tetapi juga mempererat kebersamaan masyarakat di tengah perbedaan,” tambahnya.


Daniel menyebut kirab Cap Go Meh memiliki makna serupa dengan tradisi bersih desa.

Harapannya membawa kebaikan untuk kehidupan masyarakat di tahun yang baru. ”Kirab Cap Go Meh ini seperti bersih desa, harapannya bisa membawa hal-hal kebaikan bagi lingkungan dan menjadi hiburan bagi masyarakat,” pungkasnya.(*/sub)

Editor : Anggi Septian A.P.
#Cap Go Meh Blitar 2026 #Kirab Barongsai dan Liong #Tradisi Tionghoa Blitar #Wisata budaya Blitar #Daniel Koordinator Barongsai