BLITAR KAWENTAR - Suasana khidmat menyelimuti Pondok Pesantren (Ponpes) Putri Al Muslihuun 3. Berbeda dari biasanya, agenda ponpes di Kecamatan Kanigoro ini dirancang lebih intensif dengan pendalaman nilai-nilai spiritual dan literasi kitab klasik bagi puluhan santriwati.
Di antaranya, para santriwati fokus ngaji kitab kuning hingga penggemblengan spiritual.
Siti Fatimah Zahro, salah satu pengasuh ponpes mengungkapkan, selama bulan puasa seluruh kegiatan ekstrakurikuler dinonaktifkan.
Pihak pengelola memilih memfokuskan seluruh santri pada ibadah dan ngaji kitab. “Kami ingin melatih ketertiban ibadah anak-anak, mulai dari salat malam hingga tadarus Alquran secara rutin,” ujarnya.
Terdapat sekitar 60 santri putri yang berasal dari berbagai jenjang. Mulai dari tingkat madrasah tsanawiyah (MTs), madrasah aliyah (MA), hingga mahasiswi dari Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Al Muslihuun. Meski diikuti jenjang yang berbeda, pembagian kelompok mengaji tetap dilakukan secara sistematis.
Untuk santri tingkat MTs, kegiatan mengaji kitab dilakukan pada sore hari pukul 16.00 hingga 17.00 WIB. Sementara bagi santri mahasiswi, pendalaman kitab dilakukan langsung di kampus pada siang hari.
Keunikan program tahun ini adalah adanya integrasi antara santri yang bersekolah di dalam yayasan maupun santri dari luar seperti MAN 1 Blitar yang diperbolehkan mukim di sini.
Tujuan dari padatnya jadwal Ponpes Putri Al Muslihuun 3 adalah pembentukan karakter jangka panjang.
Pengasuh berharap kedisiplinan yang dibangun selama Ramadan, seperti tadarus bersama setelah Subuh dan Tarawih, tetap terjaga meskipun bulan suci telah usai.
Antusiasme santri terlihat dari kesediaan mereka mengikuti jadwal yang berakhir hingga pukul 21.30 WIB setiap harinya.
Melalui bimbingan langsung di bawah asuhan Dr KH Habib Bawafi MHI, para santri diharapkan tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual yang mumpuni sebagai bekal di masyarakat kelak. (mg3/c1/ynu)
Editor : Anggi Septian A.P.