BLITAR KAWENTAR - Kementerian Agama (Kemenag) Kota dan Kabupaten Blitar langsung gerak cepat mengeluarkan imbauan penting.
Khususnya terkait dengan keberangkatan para calon jemaah Blitar yang ingin melaksanakan ibadah umrah untuk ditunda sementara waktu.
Imbauan ini disampaikan, terutama kepada para pemilik agen dan biro travel dan umrah, menyusul kondisi keamanan di kawasan Timur Tengah yang masih dalam konflik.
Karena itu dikhawatirkan berdampak pada penerbangan penumpang sipil maupun kondisi di Tanah Suci.
Kepala Seksi (Kasi) Pelaksana Haji dan Umrah Kemenag Kota Blitar, Purnomo, menegaskan bahwa pihaknya mengikuti berbagai arahan dari pemerintah pusat, khususnya agar para calon jemaah umrah tidak berangkat terlebih dahulu, karena keselamatan para jemaah lebih penting dari segalanya.
“Untuk jemaah yang belum berangkat, kami mengimbau agar lebih baik menunda terlebih dahulu. Ini demi keamanan dan kenyamanan jemaah sendiri selama melaksanakan ibadah,” jelasnya kepada Koran ini kemarin (3/2).
Sementara itu, jelas dia, bagi para jemaah yang sudah berada di Tanah Suci agar tetap tenang dan terus berkoordinasi dengan pihak terkait, khususnya Kementerian Haji (Kemenhaj) atau pihak kedutaan Republik Indonesia (RI) yang ada di Arab Saudi.
“Bagi jemaah yang sudah berangkat, tetap berkoordinasi dengan travel masing-masing maupun dengan petugas dari Kementerian Haji di Arab Saudi,” imbaunya.
Menurut dia, berdasarkan data keberangkatan umrah yang dimiliki Kemenag Kota Blitar, terdapat 38 calon jemaah umrah yang berasal dari Travel Arafah Mulia Santosa, yang semula dijadwalkan berangkat pada 10 Maret mendatang.
Menyikapi kondisi tersebut, Kemenag Blitar menyarankan agar keberangkatan ditunda. “Kami menyarankan agar keberangkatan dalam waktu dekat ini agar ditunda dulu, sambil melihat perkembangan situasi yang terjadi di Timur Tengah,” ujarnya.
Data warga Blitar yang tercatat berangkat umrah dan saat ini berada di Kota Madinah ada 34 jemaah.
Kini mereka sedang menjalankan aktivitas di sekitar Masjid Nabawi secara normal seperti hari-hari biasa. “Yang sudah berangkat ada 34 jemaah Blitar, sekarang sedang menjalankan aktivitas seperti biasa di Madinah.
Kami terus berkoordinasi dengan pihak agen yang membawa mereka. Saya harap saat kepulangan mereka, rencananya 12 Maret mendatang, penerbangan internasional tidak ada masalah,” akunya. (bud/kho/c1/ady)
Editor : Anggi Septian A.P.