BLITAR KAWENTAR - Pihak SDN Tlogo 02 tampaknya hanya bisa pasrah menunggu keputusan terkait pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di lingkungan sekolah.
Apalagi, ada sinyal bahwa Bupati Blitar memberikan lampu hijau pendirian koperasi di sekolah.
Sebelumnya, pendirian KDMP yang diinisiasi oleh perangkat Desa Tlogo dan bakal menggusur tiga ruangan di sekolah tersebut sempat ditentang, khususnya oleh eksekutif dan legislatif. Namun ke belakang, perkembangan berbeda terjadi.
Salah satu guru menegaskan bahwa beberapa waktu lalu sudah lega karena pendirian KDMP yang akan menggunakan tiga ruangan sekolah ditolak olah pemerintah daerah dan dewan. Sayangnya, ke belakang, informasi yang diterima pihak sekolah bahwa Bupati Rijanto akhirnya setuju KDMP di sekolah tersebut.
“Ya, kami dapat kabar bahwa Bupati Rijanto sudah setuju pendirian KDMP di sekolah kami, dan nanti pimpinan daerah ini akan memberikan alasan atas putusan tersebut,” ujarnya kepada Koran ini kemarin (4/3).
Menurut dia, pihak sekolah sangat kecewa dengan keputusan tersebut. Namun, pihak kepala daerah sudah memberikan izin sehingga tentu pihak sekolah hanya bisa mengikuti instruksi dari atas.
Karena, pihak kepala daerah langsung memberikan instruksi kepada dinas pendidikan (dispendik) yang membawahi sekolah.
“Ya, kami sebenarnya kecewa, tapi bagaimana itu keputusan dari atas. Kami hanya bisa pasrah saja,” bebernya.
Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Blitar Sugeng Suroso mengaku bahwa sejak awal dan sampai kini pihak legislatif tetap pada konsisten dengan perinsip awal, dan menyarankan agar pihak desa mencari alternatif lokasi lain untuk pendirian KDMP.
Tidak mengorbankan tempat pendidikan untuk itu. “Kami sejak awal tetap meminta agar dicari lokasi lain.
Karena sekolah ini adalah investasi masa depan, bukan hanya untuk kepentingan ekonomi saja,” jelas politikus PDIP ini.
Menurut dia, kalaupun pihak eksekutif dalam hal ini Bupati Blitar telah menyetujui pendirian KDMP di samping sekolah tersebut, maka pihaknya menyarankan agar pihak-pihak terkait membangun bangunan pengganti untuk ruangan-ruang yang digunakan sebagai pembangunan KDMP Tlogo.
“Saya menyarankan kepada kepala daerah agar mengganti bangunan yang dirubuhkan untuk koperasi, yakni ruang kepala sekolah, perpustakaan, dan ruang latihan tersebut,” tegasnya.
Karena kalau tetap dipaksakan, jelas Sugeng, maka harus dicari pengganti untuk memindahkan barang-barang fasilitas sekolah, khususnya untuk gedung perpustakaan.
Ada ribuan buku milik sekolah butuh tempat yang layak dan lokasi belajar. “Harus ada ruang pengganti dulu kalau memang rencana KDMP itu tetap dipaksakan,” bebernya. (jar/c1/ady)
Editor : Anggi Septian A.P.