BLITAR KAWENTAR - “Fenomena War Takjil selama Ramadan dinilai sebagai dinamika sosial yang wajar.
Antusiasme masyarakat menunjukkan Ramadan tidak hanya menjadi momentum ibadah ritual, tetapi juga ibadah sosial di ruang publik. War Takjil memberi dampak nyata pada pergerakan ekonomi daerah.
Keterlibatan lintas agama dipandang sebagai bentuk interaksi sosial yang inklusif dan harmonis yang mencerminkan kehidupan masyarakat perkotaan yang majemuk, terbuka, dan saling menghormati selama tetap menjaga etika serta ketertiban.
War Takjil jangan dimaknai ajang kompetisi yang memicu kegaduhan. Harapannya bisa jadi ruang berbagi dan saling menghormati.”
Gigih Mardana
Kabag Perekonomian dan Kesra Setda Kota Blitar
Editor : Anggi Septian A.P.