BLITAR KAWENTAR - Cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Blitar pada Rabu (4/3) sore.
Peristiwa bencana hidrometeorologi tersebut mengakibatkan puluhan rumah warga mengalami kerusakan ringan serta sejumlah pohon tumbang yang menutup akses jalan di beberapa titik.
Berdasarkan laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blitar, kejadian terjadi sekitar pukul 17.30 WIB, dan di antaranya berdampak di empat kecamatan yakni Srengat, Nglegok, Udanawu, dan Ponggok.
Hujan deras yang disertai angin kencang menyebabkan sejumlah pohon tumbang serta kerusakan pada atap rumah warga.
“Misalnya di Kelurahan Togogan, Kecamatan Srengat, tercatat delapan rumah warga mengalami kerusakan ringan pada bagian atap,” jelas Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Blitar, Wahyudi.
Sementara di Kecamatan Nglegok, pohon tumbang sempat menutup akses Jalan Raya Jiwut dan menimpa jaringan kabel listrik.
Selain itu, pohon kelapa juga dilaporkan tumbang dan menimpa rumah warga di Desa Kemloko. Dalam kejadian tersebut, Sofiah, 53, mengalami luka ringan di bagian kepala dan kaki setelah tertimpa material.
Di Kecamatan Udanawu, kerusakan rumah dilaporkan terjadi di Desa Ringinanom. Angin kencang menyebabkan atap dapur rumah mengalami kerusakan ringan.
Dampak paling luas tercatat di Kecamatan Ponggok. Sejumlah rumah warga di Desa Karangbendo dan sekitarnya tertimpa pohon tumbang. Selain itu, pohon tumbang juga dilaporkan menimpa kandang sapi.
Peristiwa serupa juga terjadi di Desa Sidorejo, di mana pohon randu tumbang dan menimpa Musala Darusalam.
Dalam kejadian tersebut, seorang warga bernama Edi Santosa mengalami luka ringan di bagian kepala setelah tertimpa genting mushola yang roboh akibat tertimpa pohon.
Selain menimpa bangunan, pohon tumbang juga sempat menutup beberapa ruas jalan utama di Kecamatan Ponggok.
Beberapa titik yang terdampak antara lain Jalan Raya Desa Bacem, Jalan Raya depan SMPN 1 Ponggok, Jalan Raya timur Patung Macan di Dusun Gentor Desa Candirejo, serta jalan di depan kawasan wisata Kaliganter.
Wahyudi menjelaskan, tim reaksi cepat BPBD bersama unsur terkait langsung turun ke lokasi untuk melakukan penanganan darurat.
“Tim URC BPBD Kabupaten Blitar melakukan asesmen di lokasi kejadian, melakukan pemotongan serta pembersihan material pohon tumbang, sekaligus berkoordinasi dengan pihak terkait,” jelasnya.
Penanganan di lapangan juga melibatkan sejumlah unsur seperti aparat kepolisian, perangkat desa, relawan kebencanaan, serta masyarakat setempat yang ikut membantu proses evakuasi dan pembersihan material pohon.
Hingga Rabu malam, sebagian besar pohon tumbang yang menutup akses jalan telah berhasil dipotong dan dipindahkan.
Namun, beberapa titik masih memerlukan penanganan lanjutan karena terdapat sisa batang dan ranting besar yang berpotensi membahayakan pengguna jalan.
BPBD Kabupaten Blitar berencana melanjutkan proses penanganan pada Kamis (5/3) mulai pukul 06.00 WIB dengan fokus pada pembersihan lanjutan serta pendataan kerusakan.
Pihak BPBD juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi, terutama pada masa peralihan musim.
“Masyarakat diharapkan tetap waspada dan berhati-hati, terutama saat terjadi hujan disertai angin kencang, serta segera melapor jika terjadi kejadian darurat di lingkungan sekitar,” pungkas Wahyudi. (kho/c1/ynu)