BLITAR KAWENTAR - Cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang melanda wilayah Blitar dalam beberapa hari terakhir.
Dampaknya, sejumlah pohon tumbang di beberapa titik hingga menutup akses jalan dan merusak fasilitas warga.
Ya, fenomena alam tersebut sesuai dengan prediksi BMKG Juanda terkait potensi cuaca ekstrem di wilayah Jawa Timur (Jatim) yang terjadi pada periode 1-10 Maret.
Kondisi tersebut mengakibatkan terjadinya bencana hidrometeorologi seperti hujan sedang–lebat, banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, puting beliung, serta hujan es.
Menurut BMKG, potensi cuaca ekstrem ini merupakan dampak adanya gangguan gelombang atmosfer Madden Jullian Oscillation (MJO), Low Frequency, dan Gelombang Rossby yang akan melintasi wilayah Jawa Timur,
suhu muka laut di perairan selatan Jawa Timur masih cukup signifikan, serta kondisi atmosfer lokal yang labil turut mendukung pertumbuhan awan-awan konvektif yang berpotensi menimbulkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, yang dapat disertai petir dan angin kencang.
Masyarakat Blitar diminta untuk meningkatkan kewaspadaan karena temasuk daerah rawan.
Berdasarkan laporan BPBD Kota Blitar, angin kencang pertama terjadi pada Selasa malam (3/3) sekitar pukul 20.30 WIB. Saat itu, hujan deras disertai angin kencang melanda hampir seluruh wilayah di Bumi Bung Karno.
Sekitar sepuluh menit kemudian, petugas menerima laporan warga melalui call center 112 terkait sejumlah kejadian pohon tumbang.
Kepala BPBD Kota Blitar, Agus Suherli, mengatakan ada beberapa titik terdampak, terutama di wilayah Kecamatan Kepanjenkidul.
“Di antaranya, pohon tabebuya tumbang di Jalan Ciliwung, Kelurahan Tanggung. Pohon tersebut menimpa kabel listrik dan kabel telepon sehingga sempat menyebabkan pemadaman listrik di beberapa wilayah,” ujarnya.
Selain itu, pohon beringin berdiameter sekitar 1 meter juga dilaporkan tumbang di Jalan Cisarua, Kelurahan Ngadirejo. Pohon tersebut menimpa pagar pembatas lapangan dan sempat mengganggu akses lalu lintas warga.
Tidak hanya pohon tumbang, angin kencang juga menyebabkan atap poskamling berukuran 4x6 meter di lingkungan Bangsongan, Kelurahan Ngadirejo, terbang dan menutup akses jalan. Kerugian material akibat kejadian tersebut diperkirakan sekitar Rp 3 juta.
Masih di wilayah yang sama, pohon pete dilaporkan roboh hingga menimpa kandang ternak milik warga.
Selain itu, dahan pohon jati patah di Jalan M. Yamin dan menimpa kabel penerangan jalan umum (PJU). Sementara pohon glodokan tiang di Jalan Sumberjajar juga tumbang hingga menutup akses jalan.
Tidak berhenti di situ, kejadian serupa kembali dilaporkan pada Kamis pagi (5/3). Pohon trembesi berdiameter sekitar 50 sentimeter tumbang di Jalan Bengawan Solo, Kelurahan Tanjungsari, Kecamatan Sukorejo.
“Pohon tersebut menimpa kabel listrik dan kabel telepon serta mengenai atap rumah warga yang saat itu dalam kondisi kosong,” jelas Agus.
Beruntung tidak ada korban jiwa dalam rangkaian kejadian tersebut. Petugas BPBD bersama sejumlah instansi terkait langsung melakukan penanganan di lokasi dengan memotong batang pohon serta membersihkan material yang menutup jalan.
Agus mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan.
Terutama saat hujan lebat disertai angin kencang. “Kami mengimbau masyarakat agar berhati-hati saat beraktivitas di luar rumah, terutama di sekitar pohon besar atau baliho. Jika terjadi kejadian darurat, masyarakat dapat segera melapor melalui call center 112,” tegasnya.(*/c1/ady)