Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Jamaah Rela Tempuh Jarak Jauh Demi Bisa Salat Tarawih Kilat di Pondok Mantenan Blitar

Akhmad Nur Khoiri • Jumat, 6 Maret 2026 | 13:30 WIB

Tarawih Kilat Jadi Magnet Pondok Mantenan ‎Jemaah Rela Tempuh Jarak Jauh ‎Ibadah Terasa Ringan dan Menyenangkan
Tarawih Kilat Jadi Magnet Pondok Mantenan ‎Jemaah Rela Tempuh Jarak Jauh ‎Ibadah Terasa Ringan dan Menyenangkan

BLITAR KAWENTAR - Gema Ramadan di Pondok Pesantren (Ponpes) Mambaul Hikam Kecamatan Udanawu selalu identik dengan lautan jemaah.

Meski dikenal dengan tempo salatnya yang super cepat, hal tersebut justru menjadi daya tarik utama bagi ribuan warga untuk konsisten menjalankan ibadah sunah Tarawih di tempat ini.


‎Kapasitas masjid yang hanya mampu menampung sekitar 750 orang tidak menyurutkan semangat warga.

Terbukti hampir setiap malam sekitar 1.500 jemaah memadati area pondok hingga meluber ke pelataran.

Fenomena ini membuat pemandangan jemaah yang membawa sajadah sendiri dari rumah menjadi hal yang lumrah di Pondok Mantenan.


‎Salah satu jemaah setia, Rizki Okta, mengaku selalu menyempatkan diri untuk hadir di Ponpes Mambaul Hikam setiap bulan suci Ramadan.

Baginya, meskipun jarak dari rumahnya tergolong jauh, kecepatan durasi salat menjadi motivasi tersendiri untuk tetap semangat beribadah.

‎"Saya selalu antusias ikut salat di sini. Tarawihnya cepat, jadi lebih efisien waktu. Jemaahnya juga sangat banyak, suasananya jadi makin semangat," ungkap Rizki saat ditemui di lokasi.


‎Rizki menambahkan, durasi salat yang hanya memakan waktu 7 hingga 10 menit untuk 23 rakaat dianggap sangat membantu bagi masyarakat yang memiliki kesibukan tinggi namun tetap ingin mengejar keutamaan jemaah.

Kecepatan ini dinilai menjadi magnet yang membuat ibadah Tarawih terasa ringan dan menyenangkan.

‎"Semangat kalau di sini itu. Jemaahnya banyak, selalu ramai, dan cepat selesai. Jadi tidak bikin ngantuk," tambahnya dengan nada antusias.


‎Antusiasme jemaah seperti Rizki dan jemaah lainnya menjadi bukti tradisi yang telah berusia lebih dari seabad ini tetap relevan.

Bagi warga, Tarawih kilat bukan sekadar mencari kecepatan, melainkan ruang ibadah yang akomodatif bagi masyarakat produktif tanpa mengurangi esensi rukun salat. (kho/c1/ynu)

Editor : Anggi Septian A.P.
#Tradisi Ramadan Blitar #Ramadan di Udanawu #PonPes Mambaul Hikam #pondok mantenan #tarawih kilat Blitar