BLITAR KAWENTAR - Tanaman padi milik petani di Kota Blitar dilaporkan mulai terserang penyakit kresek. Bahkan tercatat sedikitnya 1,87 hektare lahan padi terdampak penyakit yang disebabkan bakteri Xanthomonas campestris itu.
Serangan ini membuat pertumbuhan tanaman terhambat, daun mengering, hingga berpotensi menyebabkan gagal panen.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Blitar, Dewi Masitoh menjelaskan, penyakit kresek dapat menyerang padi pada fase vegetatif maupun generatif.
Salah satu gejala yang mudah dikenali adalah daun yang mulai menguning dari bagian pucuk, kemudian perlahan mengering.
“Serangan penyakit ini biasanya dipicu oleh kondisi lingkungan yang lembap serta curah hujan yang cukup tinggi,” ujarnya, Sabtu (7/3/2026).
Menurut dia, faktor lain yang kerap memicu munculnya penyakit kresek adalah penggunaan pupuk nitrogen atau unsur N yang terlalu berlebihan sehingga lebih rentan terhadap serangan bakteri.
“Pemupukan unsur N yang terlalu tinggi bisa membuat tanaman lebih rentan terhadap serangan bakteri penyebab kresek,” katanya.
Sebagai langkah penanganan, petani disarankan melakukan pengaturan air di lahan sawah secara baik serta menyeimbangkan pemberian unsur hara bagi tanaman.
Penambahan unsur P, K, S, serta unsur mikro juga dinilai penting untuk menjaga kesehatan tanaman padi.
“Selain itu, penggunaan kapur pertanian untuk mengurangi tingkat keasaman tanah serta pemanfaatan agen hayati yang lebih ramah lingkungan juga dianjurkan dalam upaya pengendalian penyakit,” sarannya.
Dewi pun mengingatkan para petani agar tetap meningkatkan kewaspadaan dan bisa secara rutin melakukan pemantauan kondisi tanaman di lahan.
“Pencegahan sejak dini sangat penting agar serangan penyakit tidak meluas dan kerugian petani bisa diminimalkan,” tandasnya. (bud/c1/ady)
Editor : M. Subchan Abdullah