Blitar - Ribuan umat Hindu mengikuti upacara Melasti sebagai rangkaian perayaan Hari Raya Nyepi di Pantai Jalasutra. Ritual penyucian diri dan sarana upacara tersebut menjadi tradisi tahunan yang terus berkembang dengan jumlah peserta yang semakin meningkat.
Bupati Blitar Rijanto mengatakan kegiatan Melasti merupakan bagian dari rangkaian perayaan Nyepi umat Hindu di wilayah Kabupaten dan Kota Blitar yang setiap tahun dipusatkan di Pantai Jalasutra.
“Alhamdulillah yang kita lihat perubahannya luar biasa, baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Umat Hindu yang datang lebih banyak, kualitas sesajinya juga semakin baik,” ujarnya.
Menurut Rijanto, kegiatan tersebut juga memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar, terutama bagi pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM) yang ikut meramaikan kawasan pantai selama pelaksanaan upacara.
“UMKM juga lebih hidup. Ini yang sangat baik,” tambahnya.
Ia juga mengingatkan bahwa setelah Melasti masih ada beberapa rangkaian kegiatan lain menjelang Nyepi, di antaranya pawai ogoh-ogoh dan ritual Tawur Kesanga yang akan dilaksanakan pada 18 Maret.
Sementara itu, Ketua Panitia Upacara Melasti Parisada Hindu Dharma Indonesia Kabupaten Blitar, Setiyoko, menjelaskan bahwa upacara tahun ini mengusung tema Vasudeva Kutumbakam Satu Bumi Satu Keluarga.
“Artinya semua yang ada di bumi ini satu keluarga. Semua ciptaan Tuhan itu adalah keluarga,” jelasnya.
Setiyoko mengatakan, pelaksanaan Melasti tahun ini diikuti lebih banyak umat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Hal tersebut terlihat dari area parkir hingga akses menuju lokasi yang semakin padat oleh jemaah.
“Dari tahun ke tahun minat umat semakin meningkat. Tempat yang kita sediakan, mulai parkiran hingga akses jalan, semakin penuh,” katanya.
Dalam tradisi Hindu, Melasti merupakan ritual penyucian pratima serta pembersihan diri umat sebelum memasuki perayaan Nyepi. Prosesi ini dilaksanakan di laut karena secara filosofi laut dianggap sebagai pusat penyucian alam semesta.
“Filosofinya laut adalah pusat untuk membersihkan semuanya, baik secara rohani maupun kotoran yang ada pada diri kita. Jadi mensucikan diri sebelum ritual selanjutnya,” jelasnya.
Dalam prosesi tersebut, umat juga melakukan pelarungan sesaji ke laut sebagai simbol penyucian alam sekaligus wujud bakti kepada Tuhan.
Setelah Melasti, rangkaian kegiatan akan dilanjutkan dengan ritual Tawur Kesanga dan pawai ogoh-ogoh pada 18 Maret. Selanjutnya umat Hindu akan menjalani Catur Brata Penyepian pada Hari Raya Nyepi, yang kemudian diakhiri dengan Ngembak Geni pada hari berikutnya.
Upacara Melasti di Pantai Jalasutra sendiri telah dilaksanakan lebih dari 30 tahun. Selain diikuti umat Hindu dari Kabupaten Blitar, kegiatan ini juga dihadiri sejumlah rombongan umat Hindu dari luar daerah.
Editor : Fajar Rahmad Ali Wardana