BLITAR KAWENTAR - Memasuki bulan suci Ramadan hingga menjelang Hari Raya Idul Fitri, perhatian terhadap pola konsumsi masyarakat menjadi salah satu fokus pemerintah daerah.
Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Blitar tidak hanya memantau ketersediaan stok bahan pangan, tetapi juga mengedukasi masyarakat agar lebih bijak dalam berbelanja dan mengkonsumsi makanan selama Ramadan.
Kepala Bidang Ketahanan Pangan DKPP Kabupaten Blitar, Fauzia Laame menyampaikan, fenomena “lapar mata” sering terjadi selama Ramadan.
Kondisi tersebut membuat masyarakat membeli makanan dalam jumlah berlebihan, terutama saat berburu takjil atau menyiapkan hidangan berbuka puasa, yang pada akhirnya berpotensi menimbulkan sisa makanan terbuang.
“Masyarakat perlu mengubah kebiasaan dengan menerapkan pola belanja yang lebih bijak dan terencana,” jelasnya.
Hal ini juga sejalan dengan program nasional dari Badan Pangan Nasional yang mendorong pengurangan sisa makanan atau food waste di tengah masyarakat.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak belanja boros atau melakukan panic buying.
Stok pangan kita sebenarnya aman hingga Idul Fitri, jadi belanjalah sesuai kebutuhan, bukan keinginan,” ujarnya.
Perilaku belanja berlebihan tidak hanya berdampak pada meningkatnya jumlah makanan yang terbuang, tetapi juga dapat memicu fluktuasi harga di pasar.
Lonjakan permintaan yang tidak wajar kerap membuat harga bahan pangan menjadi tidak stabil, terutama menjelang Lebaran ketika kebutuhan masyarakat meningkat.
Selain itu, sisa makanan yang tidak termanfaatkan juga dianggap sebagai bentuk pemborosan sumber daya pangan dan gizi.
Padahal, makanan tersebut seharusnya bisa dimanfaatkan secara optimal untuk memenuhi kebutuhan keluarga selama menjalankan ibadah puasa. “Ada program dari Bapanas terkait mengurangi sisa makanan.
Kami ingin masyarakat Blitar lebih bijak. Jika konsumsi stabil dan sisa makanan minim, maka ketahanan pangan keluarga pun akan lebih kuat selama Ramadan hingga menjelang Lebaran,” tandas Fauzia. (kho/c1/ynu)
Editor : Anggi Septian A.P.