Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Tanggapan Para Tukang Becak usai Terima Rezeki Becak Listrik dari Presiden Prabowo Subianto

Muhammad Adib Falih Rifly • Selasa, 10 Maret 2026 | 11:30 WIB

ratusan abang becak warga Kota Blitar ini tetap semangat untuk menarik penumpang. Di awal tahun, mereka mendapat rezeki nomplok bantuan becak listrik dari Presiden Prabowo Subianto. Mereka kini tak la
ratusan abang becak warga Kota Blitar ini tetap semangat untuk menarik penumpang. Di awal tahun, mereka mendapat rezeki nomplok bantuan becak listrik dari Presiden Prabowo Subianto. Mereka kini tak la

BLITAR KAWENTAR - Jumat (6/3) siang itu cuaca lumayan cerah. Suasana halaman Kantor Wali Kota Blitar tampak ramai. Sejumlah becak berwarna cokelat berjajar rapi.

Becak tersebut bukanlah becak kayuh biasa, melainkan becak listrik bantuan dari Presiden Prabowo Subianto. Itu terlihat dari dari foto presiden dan Wawali Elim Tyu Samba yang terpasang di senderan becak.


Becak listrik itu diperuntukkan bagi tukang becak berusia lanjut alias lansia yang masih semangat untuk menarik penumpang.

Sebanyak 200 unit telah resmi dibagikan kepada sasaran penerima. Salah satunya adalah Sukandar, warga Kelurahan/Kecamatan Kepanjenkidul.


Di usianya yang sudah menginjak 74 tahun, pria asal Jember ini masih setia mengayuh becak di kawasan sekitar Stasiun Blitar demi menyambung hidup.


Sejak puluhan tahun lalu, Sukandar telah menjalani profesi sebagai tukang becak. Dia mengaku mulai mangkal di kawasan tersebut sejak sekitar tahun 1979.

Lokasi mangkalnya pun sempat beberapa kali berpindah, mulai dari kawasan Jalan Yos Sudarso hingga akhirnya menetap di sekitar Stasiun Blitar seperti sekarang.


“Asalnya saya dari Jember. Sudah lama di Blitar, tinggal di belakang Koramil Jalan Sukun,” ujarnya kepada Koran ini.


Di tengah usia yang semakin senja, Sukandar tetap mengandalkan becak untuk mencari nafkah. Namun, dia mengakui penghasilannya kini terus menurun dan tidak menentu. Apalagi sejak kehadiran ojek online yang membuat jumlah penumpang becak semakin berkurang.


“Sekarang penghasilan tidak mesti. Kadang dapat, kadang tidak. Kalau sebulan bisa sekitar Rp 100 ribu lebih, tapi tidak tentu,” katanya.


Selain persaingan dengan transportasi modern, menurut dia, kondisi Kota Blitar yang relatif kecil dan lebih sepi juga membuat aktivitas penumpang tidak seramai kota-kota yang lain.


“Blitar ini kota kecil, bukan kota industri. Tidak seperti Tulungagung yang lebih ramai. Di sini kadang jam 7 malam saja sudah sepi,” ungkapnya.


Di tengah kondisi tersebut, Sukandar merasa bersyukur menjadi salah satu penerima becak listrik bantuan dari presiden.

Dia berharap becak listrik tersebut dapat membantu pekerjaannya dan membuatnya lebih mudah mencari penumpang.

“Mudah-mudahan dengan becak ini penumpang bisa bertambah, dan itu membuat penghasilan juga meningkat,” harapnya. (*/c1/ady)

Editor : Anggi Septian A.P.
#presiden prabowo subianto #Becak Listrik Blitar #transportasi tradisional #Bantuan Lansia #Kota Blitar