BLITAR KAWENTAR - Rencana kerja sama tryout tes kemampuan akademik (TKA) bagi siswa madrasah ibtidaiah (MI) dan madrasah tsanawiah (MTs) mendapat respons positif dari Kementerian Agama Kota Blitar.
Program tersebut dinilai dapat memberikan tambahan bekal pengetahuan bagi para siswa.
Seperti kemarin (9/3), Koordinator Biro Jawa Pos Radar Blitar berkunjung ke kantor Kemenag Kota Blitar. Kunjungan tersebut dalam rangka silaturahmi serta penyampaian program dari Jawa Pos Radar Blitar. Kedatangan rombongan disambut hangat oleh kepala Kantor Kemenag Kota Blitar, Kanzul Fathon.
Salah satu program yang menjadi pembahasan yakni persiapan tryout atau uji coba TKA tahun ajaran 2025/2026. Sebagaimana diketahui,
beberapa sekolah saat ini sudah memulai simulasi TKA. Jawa Pos Radar Blitar menawarkan program kerja sama berupa penyelenggaraan simulasi TKA berkolaborasi dengan Genza Education, salah satu lembaga bimbingan belajar (bimbel) nonformal di Indonesia.
Kepala Kementerian Agama Kota Blitar, Kanzul Fathon mengatakan, secara prinsip pihaknya menyambut baik rencana pelaksanaan TKA tersebut. Namun untuk pelaksanaan teknis masih perlu pembahasan lebih lanjut dengan bidang pendidikan madrasah.
“Untuk teknisnya nanti perlu kita telaah dulu, karena yang menangani langsung adalah kasi pendidikan madrasah (pendma).
Saya perlu bertemu dulu dengan beliau untuk mengetahui sejauh mana progres persiapannya,” ujarnya saat menerima kunjungan Radar Blitar di kantor Kemenag Kota Blitar.
Menurut Kanzul, hingga saat ini pihaknya masih menunggu laporan perkembangan terkait kesiapan pelaksanaan TKA di lingkungan madrasah di Kota Blitar.
Meski demikian, dia menilai kegiatan tersebut merupakan langkah positif dalam meningkatkan kualitas pendidikan bagi para siswa madrasah.
Kanzul menyebut kerja sama ini dapat melatih siswa untuk mempersiapkan TKA. Selain itu, memberikan bekal tambahan wawasan bagi anak-anak.
Dia berharap pelaksanaan TKA nantinya dapat didukung oleh semua pihak, mulai dari sekolah, siswa, hingga orang tua.
“Harapannya dari pihak sekolah, siswa, komite, hingga paguyuban orang tua bisa bersama-sama mendukung, karena kegiatan ini sifatnya positif untuk perkembangan pendidikan,” jelasnya. (jar/c1/ady)