Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Perbanyak Amalan di 10 Malam Terakhir Ramadan, Apa saja yang Bisa Dilakukan?

M. Subchan Abdullah • Rabu, 11 Maret 2026 | 14:00 WIB

Perbanyak Amal Kebaikan 10 Malam Terakhir Upaya Umat Islam Jemput Lailatul Qadar
Perbanyak Amal Kebaikan 10 Malam Terakhir Upaya Umat Islam Jemput Lailatul Qadar

BLITAR KAWENTAR - Lailatul qadar menjadi salah satu momen yang paling dinantikan umat Islam selama Ramadan. Malam yang penuh kemuliaan ini diyakini memiliki keutamaan besar, bahkan lebih baik dari seribu bulan.

Upaya menjemput lailatul qadar 10 malam terakhir Ramadan salah satunya dengan memperbanyak amal kebaikan.


Keutamaan lailatul qadar dijelaskan dalam berbagai literatur keislaman, salah satunya disebutkan dalam kitab Durratun Nasihin tentang kemuliaan lailatul qadar yang juga termaktub dalam Surah Al Qadr.

“Dalam kitab Durratun Nasihin bab 73 dijelaskan tentang keutamaan lailatul qadar, sebagaimana disebutkan dalam Surah Al Qadr, Inna anzalnahu fi lailatil qadr,” ujar Ustadzah Sujiani, pengajar Pondok Pesantren (Ponpes) Nurus Salam Lodoyo.


Umat Islam dianjurkan lebih meningkatkan ibadah, terutama pada 10 malam terakhir Ramadan, khususnya pada malam-malam ganjil.

Pada waktu tersebut, umat dianjurkan memperbanyak zikir, membaca Alquran, serta melakukan berbagai amal kebaikan.

Selama Ramadan, para santri menjalani banyak kegiatan, di antaranya adalah tadarus Alquran, ngaji berbagai kitab, melantunkan salawat hingga zikir.


Menurutnya, dalam kitab Durratun Nasihin disebutkan, pada malam-malam istimewa itu para malaikat memenuhi langit dan turut menyaksikan doa-doa yang dipanjatkan oleh umat Islam yang beribadah dan bermunajat kepada Allah SWT.

Meski demikian, tidak ada keutamaan khusus yang secara spesifik disebutkan untuk malam ke-18 Ramadan.

Pasalnya, malam tersebut belum termasuk dalam kategori malam-malam ganjil pada 10 hari terakhir Ramadan yang sering dikaitkan dengan kemungkinan turunnya lailatul qadar.

“Walaupun begitu, umat Islam tetap mendapatkan pahala dan keutamaan Ramadan dengan menjalankan ibadah seperti tarawih, membaca Alquran, berzikir, serta melakukan amal kebaikan,” jelasnya.


Sujiani menganjurkan umat Islam memanfaatkan momentum Ramadan dengan memperbanyak amal kebaikan, baik melalui ibadah, zikir, maupun bersalawat, bahkan jika hanya dilakukan di dalam hati.

“Segala sesuatu harus diniatkan untuk mengamalkan hal-hal yang baik. Walaupun hanya berzikir atau bersalawat di dalam hati, itu tetap menjadi bagian dari ibadah,” pungkasnya. (bud/c1/ynu)

Editor : Anggi Septian A.P.
#lailatul qadar #ibadah ramadan #amalan 10 malam terakhir ramadhan #tips ramadan #itikaf