BLITAR KAWENTAR - Operasional dapur SPPG Sananwetan di Kota Blitar terpaksa dihentikan sementara. Penutupan dilakukan oleh mitra penyedia tempat yang mengaku belum menerima pembayaran selama 7 bulan dari pihak pengelola.
Mitra dapur, Hani Masrukin mengatakan, keputusan menutup dapur diambil karena haknya sebagai pemilik tempat dan penyedia fasilitas belum dipenuhi sejak kerja sama dimulai pada Agustus 2025.
“Selama 7 bulan, saya belum mendapatkan hasil dari sini. Untuk sewa tempat dan alat belum dibayarkan,” ujarnya.
Dia menjelaskan, kerja sama dilakukan dengan Yayasan Antin Sekar Bhakti yang dipimpin oleh ketua yayasan, Hartini. Dalam kerja sama tersebut, dia menyediakan rumah yang disewa untuk dijadikan dapur sekaligus melakukan renovasi agar sesuai standar operasional.
Menurut Hani, bangunan tersebut disiapkan sebagai dasar operasional dapur yang menjadi bagian dari program pemenuhan gizi. Namun di tengah jalan, pembayaran yang seharusnya diterima tidak kunjung diberikan.
“Kesepakatannya kerja sama. Saya menyediakan tempat dan sudah melakukan renovasi sesuai kebutuhan dapur. Tapi pembayaran yang seharusnya keluar malah dipakai untuk kebutuhan peralatan yang belum lunas,” katanya.
Akibat kondisi tersebut, Hani mengaku mengalami kerugian cukup besar sejak Agustus 2025 hingga Maret 2026.
“Kerugiannya kurang lebih sekitar Rp 500 juta lebih,” ungkapnya.
Dia menegaskan, dapur akan tetap ditutup sampai persoalan pembayaran diselesaikan oleh pihak yayasan yang mengelola SPPG ini.
“Saya tutup dulu sampai hak saya dikembalikan. Kalau sudah selesai, kerja sama bisa dilanjutkan lagi. Kalau tidak, ya saya hentikan,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala SPPG Sananwetan, Habibi, mengatakan hanya berperan sebagai mediator dalam konflik antara pihak yayasan dan mitra dapur.
“Tugas kami menengahi dan memediasi agar masalah ini bisa diselesaikan secara musyawarah,” ujarnya.
Habibi mengakui, jika dapur benar-benar berhenti beroperasi, maka distribusi layanan akan terdampak. Saat ini dapur tersebut melayani sekitar 2.500 penerima manfaat.
“Kalau operasional dapur berhenti, otomatis kegiatan juga harus dihentikan sementara sampai masalahnya selesai,” katanya.(bud/c1/ady)
Editor : M. Subchan Abdullah