JAKARTA - Menjelang bergulirnya seri pembuka MotoGP 2026 di Sirkuit Buriram, Thailand, jagat balap motor dunia diguncang rumor panas mengenai masa depan para bintang. Salah satu kabar yang paling mengejutkan adalah keputusan Peko Bagnaia yang dikabarkan lebih memilih bergabung dengan Aprilia Racing untuk musim 2027. Kabar ini menjadi kejutan besar mengingat Yamaha juga memberikan penawaran fantastis demi memboyong juara dunia asal Italia tersebut untuk memimpin proyek mesin V4 mereka.
Keputusan Peko Bagnaia memilih pabrikan Noale ini disebut-sebut sebagai langkah strategis untuk mencari lingkungan yang lebih "aman" dan kekeluargaan. Secara teknis, motor Aprilia RSGP dianggap memiliki karakteristik yang lebih mendekati Ducati GP dibandingkan mesin Yamaha YZR-M1 yang masih dalam tahap pengembangan. Di Aprilia, Peko juga dipastikan akan berduet kembali dengan sahabat baiknya, Marco Bezzecchi, yang tampil sangat impresif sepanjang tes pramusim di Buriram.
Sementara itu, teka-teki mengenai rekan setim Peko Bagnaia di masa depan juga mulai terjawab. Ducati Corse dikabarkan hampir pasti mempertahankan Marc Marquez dengan skema kontrak baru. Meski Marquez sempat mengalami kendala fisik dan beberapa kali jatuh saat tes di Buriram, performanya tetap menjadi benchmark bagi tim Borgo Panigale. Jika Peko resmi hengkang ke Aprilia, posisi pendamping Marquez di tim pabrikan Ducati diprediksi kuat akan jatuh ke tangan "si hiu" Pedro Acosta.
Hasil Tes Buriram: Aprilia Jadi Penantang Serius Ducati
Hasil tes pramusim Buriram selama dua hari kemarin menunjukkan sinyal bahaya bagi dominasi Ducati. Marco Bezzecchi sukses mencuri perhatian dengan memecahkan rekor lap dan menunjukkan race pace yang sangat stabil. Paket aerodinamika baru Aprilia yang diuji di Thailand terbukti memberikan peningkatan signifikan pada kecepatan motor saat melibas tikungan.
Di sisi lain, Ducati masih disibukkan dengan pemilihan paket aerodinamika final untuk musim 2026. Francesco Bagnaia mengaku sudah sangat "nyetel" dengan GP26, terutama berkat perangkat height device baru yang mempermudah kendali motor. Namun, Marc Marquez yang sempat terganggu masalah pencernaan dan dehidrasi, belum mampu mengekstraksi potensi maksimal motornya secara optimal selama pengujian.
Dilema Yamaha dan Nasib Fabio Quartararo
Kondisi kontras terlihat di garasi Yamaha. Fabio Quartararo tampak frustrasi dengan progres mesin V4 yang masih jauh dari harapan. Meskipun Yamaha telah melakukan tes privat mesin 850cc di Iwata, untuk musim 2026 ini mereka diprediksi masih akan berjuang di papan tengah. Kesulitan ini juga dirasakan oleh Toprak Razgatlioglu yang mengaku masih butuh waktu adaptasi panjang berpindah dari motor produksi massal ke prototipe MotoGP.
Rumor di paddock menyebutkan bahwa Yamaha kini tengah mengalihkan bidikan ke Jorge Martin sebagai suksesor jika Quartararo benar-benar hengkang ke Honda. Yamaha juga dikabarkan mengincar satu pembalap muda dari tim satelit untuk melengkapi line-up masa depan mereka. Keputusan Peko Bagnaia yang menolak tawaran besar Yamaha tentu menjadi pukulan telak bagi pabrikan garpu tala tersebut.
Persiapan Seri Pembuka: Balapan di Bulan Ramadan
MotoGP 2026 akan resmi dimulai pada 27 Februari mendatang. Menariknya, seri pembuka di Buriram ini bertepatan dengan awal bulan Ramadan. Para penggemar balap di Indonesia akan ditemani aksi para rider dunia saat menjalani ibadah puasa. Sesi latihan bebas (FP) akan dimulai hari Jumat, dilanjutkan sesi kualifikasi dan Sprint Race pada hari Sabtu, dan puncaknya Main Race pada Minggu, 1 Maret 2026.
Persaingan di Buriram diprediksi akan melibatkan duel sengit antara Marc Marquez, Marco Bezzecchi, dan Peko Bagnaia. KTM juga patut diwaspadai lewat Pedro Acosta, meski mereka masih memiliki pekerjaan rumah besar terkait daya tahan ban (tire life). Dengan segala drama perpindahan pembalap dan perkembangan teknis motor, MotoGP 2026 dipastikan akan menjadi salah satu musim paling liar dalam sejarah balap motor kasta tertinggi.
Editor : Anggi Septian A.P.