Hal itu menjadi perhatian Adelin Permatasari, yang kini aktif mengedukasi remaja tentang pentingnya literasi digital dan perlindungan diri.
Sebagai duta generasi berencana, Adelin melihat fenomena kenakalan remaja telah berubah seiring perkembangan zaman.
Jika dulu identik dengan pelanggaran di lingkungan sekolah, kini masalah yang muncul lebih banyak berkaitan dengan dunia digital.
Baca Juga: Pemkot Blitar Gelontorkan THR Lebaran untuk ASN Capai Rp20 Miliar
Menurut pelajar SMAN 1 Blitar ini, cyberbullying, kecanduan media sosial, hingga paparan konten negatif menjadi tantangan nyata bagi remaja saat ini.
“Perkembangan teknologi membawa banyak pengaruh. Karena itu remaja perlu lebih bijak dalam menggunakan media sosial,” ujarnya.
Salah satu isu yang menjadi fokus perhatian Adelin adalah meningkatnya kasus pelecehan seksual di ruang digital.
Dia menilai banyak remaja yang belum memahami pentingnya menjaga privasi serta batasan dalam berinteraksi di media sosial.
Karena itu, warga Kelurahan/Kecamatan Sananwetan ini terus mendorong pentingnya literasi digital di kalangan pelajar.
Remaja perlu memahami risiko yang muncul ketika membagikan informasi pribadi secara sembarangan.
Selain itu, Adelin juga mengajak remaja untuk tidak mudah terpengaruh tren negatif yang marak di internet, seperti judi online, cyberbullying, maupun penyalahgunaan media sosial.
Menurut dia, generasi muda harus mampu memanfaatkan teknologi secara lebih positif, misalnya untuk belajar, mengembangkan keterampilan, hingga membangun jaringan pertemanan yang sehat.
Di sisi lain, Adelin juga menekankan pentingnya keberanian korban untuk melapor ketika mengalami pelecehan digital.
Dia menyarankan agar korban menyimpan bukti percakapan atau konten yang diterima sebagai langkah awal.
“Langkah pertama adalah menyimpan bukti, tidak menanggapi pelaku, lalu segera melapor kepada orang yang dipercaya agar bisa mendapatkan perlindungan,” jelas gadis 17 tahun ini.
Melalui berbagai kegiatan edukasi, Adelin berharap semakin banyak remaja yang memahami pentingnya menjaga diri di ruang digital.
Baginya, generasi muda perlu memiliki keberanian untuk melindungi diri sendiri sekaligus menjadi contoh positif bagi lingkungan sekitarnya. Dengan begitu, ruang digital dapat menjadi tempat yang lebih aman dan sehat bagi remaja. (sub/ady)
Editor : Oksania Difa Ilmada