BLITAR KAWENTAR - Duta generasi berencana (GenRe) tidak sekadar gelar. Bagi Adelin Permatasari peran tersebut justru menjadi ruang untuk lebih dekat dengan teman sebaya, sekaligus menyuarakan pentingnya perlindungan perempuan di kalangan remaja. Sekolah demi sekolah dituju untuk mengkampanyekan perlindungan perempuan di kalangan remaja. Sejumlah bentuk kekerasan terhadap perempuan disampaikan, sekaligus mengajarkan bagaimana pencegahannya. Semua dilakukan demi mengedukasi serta meningkatkan kewaspadaan.
Baca Juga: Jangkauan Sasaran Program MBG di Kabupaten Blitar Capai 218 Ribu Penerima, Sejauh Mana Progresnya?
Ya, dialah Adelin Permatasari. Remaja yang akrab disapa Adelin itu memandang duta GenRe bukan hanya penyampai informasi tentang kehidupan remaja, tetapi juga sosok yang bisa menjadi tempat berbagi cerita. Dia ingin teman-teman seusianya merasa aman untuk bercerita tanpa takut dihakimi.
Baca Juga: Baru 26,2 Persen SPPG di Kabupaten Blitar Kantongi Izin SLHS, Bagaimana Lainnya?
“Sebagai duta GenRe, saya ingin menjadi teman sebaya yang bisa dipercaya. Ketika ada yang bercerita, saya berusaha mendengarkan dan membantu mengarahkan mereka ke pilihan yang lebih positif,” ujar remaja 17 tahun ini. Menurutnya, dinamika kenakalan remaja saat ini tidak lagi sebatas bolos sekolah atau pelanggaran ringan di lingkungan pendidikan.
Perkembangan teknologi membuat tantangan yang dihadapi remaja semakin kompleks. Mulai dari cyberbullying, kecanduan media sosial, hingga pengaruh konten negatif di internet.
Baca Juga: Jelang Lebaran, ASN Kota Blitar Berbondong-bondong Belanja di Pasar Tradisional
Karena itu, Adelin menilai remaja perlu memiliki kesadaran untuk melindungi diri, terutama di ruang digital. Salah satu isu yang dia soroti adalah meningkatnya kasus pelecehan seksual secara daring yang sering dialami remaja perempuan.
Baca Juga: Azrul Ananda Mundur dari Persebaya Surabaya, Akui Gagal Bawa Bajol Ijo Berprestasi di Liga 1
Dia menilai masih banyak korban yang memilih diam karena takut, malu, atau merasa bersalah. Padahal menurutnya, korban tidak seharusnya menyalahkan diri sendiri. “Korban tidak bersalah. Mereka berhak mendapatkan perlindungan dan dukungan. Karena itu penting untuk berani berbicara kepada orang yang dipercaya,” jelas warga Kelurahan/Kecamatan Sananwetan ini.
Melalui perannya sebagai duta GenRe, Adelin juga aktif mengajak pelajar untuk memahami pentingnya literasi digital.
Remaja perlu mengetahui batasan privasi di media sosial serta berhati-hati dalam membagikan informasi pribadi.
Dia menilai edukasi di sekolah sebenarnya sudah mulai diberikan, tetapi perlu diperkuat agar pelajar benar-benar memahami perbedaan antara perhatian yang sehat dan tanda-tanda kekerasan dalam sebuah hubungan.
Di tengah derasnya arus informasi digital, Adelin berharap generasi muda mampu menjaga diri dan tetap fokus mengembangkan potensi.
Baca Juga: Pagar Nusa Kota Blitar Turun Jalan Bagi-bagi Takjil
“Remaja perempuan harus berani menghargai diri sendiri, menjaga batasan, dan mengatakan tidak pada hal yang merugikan,” pesannya.(*)
Editor : Muhammad Adib Falih Rifly