Blitar Kewentar - Merosotnya prestasi di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur (Jatim) 2025 mendapat sorotan Wali Kota Blitar.
Pada kesempatan penyerahan bonus prestasi atlet, orang nomor satu di lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar itu meminta evaluasi total di masing-masing cabang olahraga (cabor).
Sekadar diketahui, prestasi olahraga kontingan Kota Blitar di ajang Porprov 2025 menurun.
Kota Blitar tidak berhasil masuk dalam 20 besar sesuai target. Meski begitu, sejumlah atlet sukses menyumbangkan medali, baik emas, perak, maupun perunggu.
Baca Juga: Megawati Bawa Red Sparks Menang 3-0, Tampil Dominan dan Naik ke Peringkat 4 Klasemen Liga Voli Korea
Dalam pemberian bonus Jumat (13/3) lalu, atlet peraih medali emas menerima Rp 30 juta, medali perak Rp 22 juta, dan medali perunggu Rp 10 juta.
“Ya, pemerintah memberikan apresiasi yang lumayan kepada atlet berprestasi. Yang emas kita berikan Rp 30 juta, apalagi ini menjelang Lebaran jadi bisa dimanfaatkan,” ujar Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin, kemarin (15/3).
Baca Juga: Jangkauan Sasaran Program MBG di Kabupaten Blitar Capai 218 Ribu Penerima, Sejauh Mana Progresnya?
Meski memberikan apresiasi cukup besar, dia menegaskan capaian prestasi Kota Blitar harus terus ditingkatkan. Porprov Jatim 2025 harus menjadi pembelajaran sekaligus bahan evaluasi untuk memperbaiki kekurangan.
“Faktanya memang prestasi kita menurun. Dari peringkat 18 turun ke peringkat 28. Ini tentu menjadi tantangan yang harus kita evaluasi bersama,” katanya.
Baca Juga: Jangkauan Sasaran Program MBG di Kabupaten Blitar Capai 218 Ribu Penerima, Sejauh Mana Progresnya?
Pada ajang tersebut, kontingen Kota Blitar meraih total 37 medali yang terdiri dari 8 medali emas, 13 perak, dan 16 perunggu.
Mas Ibin menegaskan, besarnya bonus tidak selalu berbanding lurus dengan prestasi yang diraih.
Karena itu, dia meminta seluruh pihak, mulai atlet, pelatih, hingga ofisial melakukan evaluasi menyeluruh.
“Belum tentu apresiasi besar itu linear dengan prestasi.
Maka ke depan harus ada lompatan prestasi,” tegasnya.
Dia juga mengingatkan agar para atlet tidak bersikap manja dan lebih fokus mempersiapkan diri menghadapi kompetisi berikutnya.
“Jangan hanya ribut soal hal-hal lain, tapi prestasinya tidak ada. Atlet harus menunjukkan semangat latihan dan strategi yang tepat untuk meraih medali,” ungkapnya.
Menurutnya, strategi pembinaan olahraga juga perlu diperbaiki, termasuk menentukan cabang olahraga prioritas yang berpotensi menyumbang medali.
Selain itu, cabor lain yang selama ini belum membuahkan medali tetap harus berlatih keras.
“Memang perlu strategi, misalnya memilih cabang yang berpotensi dan efisien untuk meraih medali.
Itu juga bagian dari upaya meningkatkan prestasi. Yang pasti, semua tetap harus berlatih keras,” pungkasnya.(mg2/c1/sub)
Editor : Saifullah Muhammad Jafar