Kewentar Blitar - Gelombang arus mudik tampaknya mulai bergerak. Indikasinya, sejumlah stasiun di wilayah Daop 7 Madiun sudah menunjukkan peningkatan volume penumpang yang turun maupun naik.
Ya, memasuki hari ketiga masa angkutan pada Jumat (13/3) lalu, tercatat belasan ribu penumpang mulai memadati sejumlah stasiun di wilayah Daop 7.
Baca Juga: Tekan Kasus Stunting di Kabupaten Blitar, Dinkes Genjot Program PMT Pangan Lokal
Berdasarkan data per Jumat (13/3) terdapat 5.880 penumpang yang diberangkatkan dari berbagai stasiun di wilayah Daop 7 Madiun.
Sementara itu, angka kedatangan tercatat jauh lebih tinggi yakni 11.879 penumpang yang turun.
Baca Juga: Megawati Bawa Red Sparks Menang 3-0, Tampil Dominan dan Naik ke Peringkat 4 Klasemen Liga Voli Korea
Stasiun Blitar menjadi salah satu stasiun jujukan pemudik dari kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, dan Jogjakarta.
“Secara kumulatif, sejak awal masa angkutan Lebaran pada Rabu (11/3) hingga Jumat (13/3), total penumpang yang berangkat mencapai 16.180 orang, sedangkan total penumpang yang datang mencapai 27.811 orang,” jelas Manajer Daop 7 Madiun, Tohari.
Baca Juga: Evaluasi Strategi Pembinaan Atlet
Sementara itu, data untuk ketersediaan tiket dan okupansi selama masa angkutan Lebaran (11 Maret hingga 1 April) menunjukkan tiket yang terjual telah mencapai 128.163 tiket dengan 72 perjalanan KA jarak jauh (KAJJ) rata-rata per hari.
Angka ini setara dengan 58 persen jika dibandingkan dengan total realisasi penumpang pada 2025 yang mencapai 221.721 orang.
“Mengingat masa angkutan masih panjang, angka ini diprediksi terus bertambah," ujarnya.
KAI memastikan untuk tiket pra-Lebaran masih tersedia, khususnya di periode 14 hingga 20 Maret 2026).
Baca Juga: Megawati Bawa Red Sparks Menang 3-0, Tampil Dominan dan Naik ke Peringkat 4 Klasemen Liga Voli Korea
Tercatat masih ada 3.297 tiket kelas Eksekutif dan 1.863 tiket kelas Ekonomi.
“Kami mengimbau masyarakat untuk memesan tiket lewat aplikasi resmi KAI. Hindari calo demi keamanan,” pungkasnya.(bud/c1/sub)
Editor : Saifullah Muhammad Jafar