Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Satu SPPG di Kota Blitar Terancam Kolaps Dampak Konflik antara Mitra dengan Yayasan

M. Subchan Abdullah • Rabu, 18 Maret 2026 | 15:44 WIB
ILUSTRASI SPPG
ILUSTRASI SPPG

BLITAR KAWENTAR - Operasional dapur satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) di wilayah Sananwetan, Kota Blitar, terancam kolaps.

Penutupan sementara ini diduga dipicu konflik internal antara pihak mitra dan yayasan pengelola dapur makan bergizi gratis tersebut.

Namun, dampaknya, kurang lebih 2.500 penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang biasanya mendapatkan jatah dari SPPG tersebut tidak lagi mendapatkan layanan. Ini patut menjadi perhatian dari pemerintah daerah.

Baca Juga: Arema FC Tolak Pinangan Marcos Santos dari Brazil, Dedik Setiawan Jadi Harapan di Lini Depan

Kepala Dapur SPPG Sananwetan, Ahmad Habibi, membenarkan kondisi pemberhentian sementara pelayanan MBG dari dapur yang dikelolanya.

Hal itu setelah adanya dugaan ada konflik internal yang terjadi antara mitra dan yayasan.

“Setiap hari biasanya kami melayani sekitar 2.500 penerima dari beberapa sekolah di Sananwetan. Dengan kondisi yang terjadi sekarang, ya otomatis penyaluran MBG ikut berhenti juga,” ujarnya, Rabu (17/3/2026).

Menurut dia, penghentian operasional ini berkaitan dengan persoalan internal antara mitra dan yayasan yang hingga kini belum menemukan titik temu.

Baca Juga: Arema FC Siap Kehilangan Marcos Santos? Pelatih Brazil Ini Dikabarkan Menuju Guarani Seri C, Manajemen Singo Edan Pertimbangkan Pengganti

Meski demikian, pihak pengelola tengah berupaya mencari solusi agar distribusi MBG tetap berjalan, salah satunya melalui skema pengalihan ke dapur lain.

“Nantinya akan diupayakan untuk dialihkan dulu sementara waktu, tetapi harus dikoordinasikan dulu dengan koordinator kecamatan (korcam) dan koordinator wilayah (korwil) terkait teknis ke depannya,” jelasnya.

Dia menjelaskan, koordinasi lintas pihak diperlukan agar penyaluran MBG ini tidak menimbulkan persoalan baru, terutama terkait data penerima dan kapasitas dapur pengganti yang juga harus memadai. Itu karena sudah ada ketentuan kapasitas dapur dengan kuota sasaran yang dilayani.

"Untuk penyaluran MBG nantinya akan kami koordinasikan dengan korwil dan korcam terkait penutupan sementara SPPG Sananwetan. Kami berharap kondisi ini tidak mengganggu proses pelayanan terlalu lama," tegasnya.

Baca Juga: Pramono Anung Tegaskan Dukungan Maksimal Pemerintah untuk Persija Jakarta, Juara Liga Kini Tinggal Tanggung Jawab Tim

Berita sebelumnya, SPPG Sananwetan untuk sementara berhenti memberikan layanan MBG. Itu setelah terjadi konflik internal.

Pihak mitra mengaku merugi ratusan juta akibat dana operasional selama beberapa bulan belum dibayarkan oleh pihak yayasan.(bud/c1/ady)

  

Editor : M. Subchan Abdullah
#kolaps #Makan Bergizi Gratis #yayasan #SPPG #Mbg #sananwetan #Mitra #Kota Blitar #konflik