BLITAR KAWENTAR - Bupati Blitar Rijanto menyampaikan keprihatinannya atas insiden ledakan petasan yang menyebabkan dua remaja menjadi korban.
Peristiwa tersebut diketahui dari laporan pemerintah kecamatan dan informasi dari media.
Pemerintah daerah sebelumnya telah mengeluarkan surat edaran dan imbauan kepada masyarakat untuk tidak membuat maupun menyalakan petasan, terutama selama bulan puasa.
Sebab, penggunaan mercon memiliki risiko tinggi tidak hanya bagi pembuatnya, tetapi juga bagi lingkungan sekitar.
“Kita semua tahu risikonya. Yang membuat mercon bisa menjadi korban sendiri ketika meledak. Ya, saya tentunya prihatin terhadap kejadian itu, ada warga kami yang terkena ledakan mercon,” ujar Rijanto, (17/3/2026).
Beberapa waktu lalu, Rijanto juga sempat mengikuti kegiatan buka bersama di Desa Bakung, Kecamatan Udanawu.
Namun, saat itu tidak terdengar tanda-tanda suara petasan yang menggelegar di lingkungan sekitar lokasi buka bersama.
Maka dari itu, Rijanto kaget mendengar adanya kabar ledakan petasan di desa yang sama.
Selain membahayakan keselamatan, penggunaan petasan juga dinilai mengganggu ketenangan masyarakat, khususnya dalam menjalankan ibadah puasa.
Karena itu, Rijanto mengimbau seluruh masyarakat untuk tidak menyalakan petasan dan menjaga suasana kondusif selama Ramadan.
Harapannya, momentum Ramadan dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan keimanan dan mempererat silaturahmi sehingga perayaan Lebaran nantinya berlangsung aman dan penuh kebahagiaan.
Baca Juga: Kejutan Liga Champions: Sporting CP dan Arsenal Bikin Comeback Heboh, Chelsea & Man City Terpuruk
“Kami harapkan masyarakat tidak membunyikan petasan agar ibadah puasa bisa berjalan dengan khusyuk dan nyaman. Semoga, setelah Ramadan, keimanan dan ketakwaan kita meningkat serta hubungan silaturahmi semakin baik,” pungkasnya.(jar/c1/ynu)
Editor : M. Subchan Abdullah