BLITAR KAWENTAR - Menjelang Hari Raya Idul Fitri, suasana di Desa/Kecamatan Wonodadi, mulai memancarkan aura semarak yang memikat mata.
Warga setempat secara serentak menghias sepanjang jalan desa dengan ratusan lampion dan lampu hias berbagai warna.
Baca Juga: Kata Pengamat Soal Silaturahmi Digital Gen Z: Praktis atau Hilangnya “Rasa”?
Aksi ini merupakan bagian dari kemeriahan yang dilakukan masyarakat Bumi Penataran menyambut hari kemenangan dengan sukacita.
Pemasangan dekorasi cahaya ini dilakukan sepenuhnya secara gotong royong.
Baca Juga: Silaturahmi tak Sekadar Lewat Pesan Singkat, Bertemu dan Berkumpul Jauh Lebih Bermakna
Setiap warga bahu membahu memasang lampu warna-warni, mulai dari depan teras rumah hingga melintasi ruas jalan lingkungan.
Transformasi visual ini secara instan mengubah wajah desa yang biasanya sunyi menjadi penuh warna dan hidup, terutama saat senja mulai tenggelam dan lampu-lampu mulai dinyalakan.
Baca Juga: Apa pelajaran yang bisa dibawa setelah Ramadan berakhir?, Simak Penjelasan MUI Kabupaten Blitar
Tradisi ini bukan sekadar upaya mempercantik lingkungan, melainkan bentuk ekspresi kebahagiaan kolektif setelah sebulan penuh menjalani ibadah puasa Ramadan.
Salah satu warga Desa Wonodadi, Nurrohman mengungkapkan, kegiatan ini telah menjadi agenda tahunan yang paling dinantikan.
Baca Juga: Hilal di Kota Blitar Tak Nampak, Hari Raya Idulfitri 1447 H Ikut Versi Pemerintah
Bagi warga, pendar cahaya lampu hias melambangkan harapan dan semangat baru menyambut Idul Fitri.
“Pemasangan dan lampu hias ini sudah menjadi kegiatan wajib tahunan kami.
Baca Juga: Lebaran ala Gen Z: Koneksi Real, juga Gak Harus Formal Banget
Biasanya dilakukan beberapa hari menjelang Lebaran agar suasana desa terlihat lebih meriah, hangat, dan benar-benar terasa aura hari rayanya,” ujarnya saat ditemui di sela kesibukan memasang dekorasi.
Ia menambahkan, persiapan biasanya dimulai sejak pertengahan Ramadan, di mana warga mulai mengumpulkan dana swadaya dan merancang konsep hiasan.
Baca Juga: Lebaran Masa Kini Menurut Diajeng Kota Blitar: Santai yang Penting Tetap Nyambung
”Pemasangan dilakukan di berbagai titik strategis agar lingkungan desa tampak terang benderang, yang secara tidak langsung juga meningkatkan keamanan lingkungan di malam hari,” ucapnya.
Bagi masyarakat Wonodadi, tradisi ini adalah simbol kebersamaan yang tak ternilai harganya.
Di tengah kesibukan masing-masing, momen memasang lampion menjadi sarana mempererat silaturahmi antar-tetangga.
”Dengan pendar cahaya lampion yang menghiasi jalanan, warga berharap perayaan Idul Fitri tahun ini tidak hanya meriah secara visual, tetapi juga mampu memperkuat ikatan persaudaraan dan rasa syukur di tengah masyarakat desa,” tutupnya. (kho/ynu)
Editor : Oksania Difa Ilmada