Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Momentum Lebaran, FKUB Kabupaten Blitar Ajak Masyarakat Perkuat Semangat Persaudaraan di Tengah Keberagaman

M. Subchan Abdullah • Jumat, 20 Maret 2026 | 08:05 WIB

DOK PRIBADI- Drs KH Agus Muadzin MPdI - Ketua FKUB Kabupaten Blitar
DOK PRIBADI- Drs KH Agus Muadzin MPdI - Ketua FKUB Kabupaten Blitar

 

BLITAR KAWENTAR - Akhir pekan ini, umat Islam dan Hindu sama-sama merayakan hari raya.

Umat Hindu merayakan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948, lalu umat Islam merayakan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

Baca Juga: Silaturahmi tak Sekadar Lewat Pesan Singkat, Bertemu dan Berkumpul Jauh Lebih Bermakna

Sebuah momen hari raya yang hampir bersamaan menjadi momentum memperkuat semangat persaudaraan di tengah keberagaman.

Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Blitar, Drs KH Agus Muadzin MPdI mengungkapkan, hari raya ini menjadi momen yang istimewa bagi umat Islam dan Hindu.

Baca Juga: Lebaran Masa Kini Menurut Diajeng Kota Blitar: Santai yang Penting Tetap Nyambung

Untuk itu, pihaknya mengajak seluruh masyarakat terus menjaga semangat persaudaraan di tengah momentum hari raya ini.

“Selamat kepada umat Islam yang merayakan Idul Fitri serta umat Hindu yang merayakan Hari Raya Nyepi,” ungkapnya.

Baca Juga: ⁠Lebaran ala Gen Z: Koneksi Real, juga Gak Harus Formal Banget

Momen dua hari besar keagamaan yang datang dalam waktu berdekatan ini menjadi pengingat pentingnya menjaga harmoni antarumat beragama di tengah keberagaman masyarakat, terutama di wilayah Kabupaten Blitar.

Pasalnya, di beberapa wilayah kecamatan, umat Islam dan Hindu hidup berdampingan secara harmonis, termasuk dengan umat agama lainnya.

Baca Juga: Kata Pengamat Soal Silaturahmi Digital Gen Z: Praktis atau Hilangnya “Rasa”?

Perbedaan keyakinan ini justru menjadi kekuatan yang memperkaya kehidupan sosial jika dijaga dengan sikap saling menghormati.

“Momentum hari raya ini hendaknya menjadi kesempatan untuk memperkuat rasa persaudaraan,” jelas Pengasuh Pondok Pesantren Nurus Salam Lodoyo ini.

Baca Juga: Hilal di Kota Blitar Tak Nampak, Hari Raya Idulfitri 1447 H Ikut Versi Pemerintah

KH Agus Muadzin menambahkan, masyarakat Kabupaten Blitar dikenal memiliki tradisi toleransi yang kuat dalam wujud sikap saling menghormati.

Nilai kebersamaan di tengah keberagaman harus terus dirawat, terutama di tengah derasnya arus informasi yang sering kali memunculkan perbedaan pandangan.

Baca Juga: Unik! Di Ponpes Nurul Iman Blitar, Santri Wajib Setor Hafalan ke Tokoh Masyarakat

Kuncinya dengan membangun komunikasi positif dan saling menghargai, kerukunan umat beragama bisa terjaga.

Dalam kehidupan sehari-hari, yang perlu ditekankan adalah kerukunan bukan hanya slogan semata, namun bentuk tanggung jawab bersama dalam bersikap dan mengambil tindakan.

Baca Juga: Unik! Di Ponpes Nurul Iman Blitar, Santri Wajib Setor Hafalan ke Tokoh Masyarakat

Sehingga dengan kerukunan yang dijaga bersama, masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang berpotensi memecah antarumat beragama.

“Dengan keberagaman kita belajar saling memahami, karena sesuai dengan nilai-nilai Bhinneka Tunggal Ika yang menjadi dasar kehidupan berbangsa,” pungkasnya. (*/ynu)

 

Editor : Oksania Difa Ilmada
#Kerukunan Umat Beragama #Lebaran dan Nyepi 2026 #FKUB Kabupaten Blitar #toleransi beragama #KH Agus Muadzin