Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Soto Daging dan Air Mata, Kisah Haru Kunjungan Lebaran di Lapas Blitar

Fajar Rahmad Ali Wardana • Minggu, 22 Maret 2026 | 14:46 WIB
Siti Komariah saat bersalaman dengan anaknya yang sedang menjadi warga binaan pemasyarakatan (WBP) di Lapas Kelas IIb Blitar.
Siti Komariah saat bersalaman dengan anaknya yang sedang menjadi warga binaan pemasyarakatan (WBP) di Lapas Kelas IIb Blitar.

 

Blitar - Idul fitri menjadi momen melepas rindu yang cocok untuk semua masyarakat, termasuk warga binaan pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas IIb Blitar. Pihaknya selama 4 hari idul fitri, melakukan kunjungan khusus bagi keluarga yang ingin bertemu keluarganya di balik jeruji besi.

Terbukti, pada hari pertama kunjungan pada Sabtu, (21/3) terdapat 400 pengunjung ke Lapas Kelas IIb Blitar. Jumlah itu terbagi dalam dua sesi, pagi yang dimulai pukul 08.30 WIB hingga 11.30 WIB. Lalu untuk siang, mulai pukul 13.30 WIB hingga 14.30 WIB.

Momen haru itu tercurahkan ketika keluarga bertemu WBP di Aula Lapas Kelas IIb Blitar. Mereka berpelukan, mengobrol, dan menyantap makan bersama sembari memupuk rindu. Karena, keduanya hanya diberikan waktu 15 menit saja untuk menciptakan momen bersama.

Baca Juga: Jumlah Kunjungan di Dua Destinasi Wisata Kota Blitar Ini Diprediksi Tembus 10 Ribu Orang

Hal itu sama seperti yang dirasakan oleh Siti Komariah, yang membesuk anak laki-lakinya di balik hotel prodeo tersebut. Dia menangis haru ketika bertemua sang buah hati yang dipenjara dan ini kali keduanya merayakan idul fitri bersama di lapas.

“ Saya senang sekali bertemu anak saya, terharu dan tak bisa mengungkakan. Kali ini saya berkunjung lebih luas tempatnya, berbeda dengan tahun lalu, sehingga bisa leluasa mengobrol dengan anak,” ujar Siti, yang ditemui saat menjenguk anaknya hingga meneteskan air mata.

Dia melanjutkan, dalam kesempatan itu Siti membawakan kue cake, nasi dan soto daging yang merupakan favorit anaknya bernama Bayu Setiawan. Masakan itu yang membuat sang anak juga kangen dengan ibunya.

Mata Siti terlihat merah dan sembab, karena selama bertemu dengan Bayu banyak menangis. Dia tidak sabar menantikan momen kebersamaa dengan anaknya di rumah dan ingin bisa lebih baik lagi, usai keluar lapas.

“ Saya harap anak saya bisa lebih baik lagi dan terhindar dari hal-hal negative lagi, agar tidak terjerumus di penjara,” ungkapnya.

 Baca Juga: BYD Sealion SUV Listrik Rasa Eropa Resmi Hadir, Performa 0-100 Km/Jam 4,5 Detik Harga Mulai Rp600 Jutaan !

Sementara itu, Bayu menyebut kangen dengan ibunya. Bahkan sengaja meminta untuk dibawakan soto daging, untuk dimakan bersama dengan orang tuanya. Meskipun begitu, dia merasa sedih karena sudah dua kali idul fitri tidak bersama keluarganya.

Bayu merupakan WBP yang sudah 2 tahun lebih mendekam di Lapas kelas IIb Blitar. Dia terjerat kasus narkoba, dan mengaku menyesal telah melakukan perbuatan haram tersebut. Bahkan Bayu harus divonis 4 tahun penjara. Namun karena sikapnya yang baik, diperkirakan tahun ini bisa pulang kampung usai mendapatkan beberapa kesempatan remisi.

“ Saya bersyukur diberikan kesempatan kunjungan keluarga ini. Untuk masakan soto ini, memang setiap lebaran ibu masak ini dan saya rindu merasakannya,” pungkasnya.

Editor : Fajar Rahmad Ali Wardana
#rindu #idul fitri #blitar #maaf lahir dan batin #lebaran #narkoba #WBP #lapas blitar