DEMI EKONOMI: Prayitno mengatur pengguna jalan untuk melintas di persimpangan di Jalan Sudanco Supriyadi agar aman.
BLITAR KAWENTAR - Aktivitas sukarelawan “polisi cepek” masih terlihat di perempatan Jalan Sudanco Supriadi, Kota Blitar. Salah satunya dijalani Prayitno, yang setiap hari membantu mengatur arus kendaraan secara swadaya. Jasa mereka juga sangat dirasakan, terutama saat kendaraan padat dan jalan macet.
Pria tersebut biasanya berdiri di titik perempatan untuk membantu pengendara melintas, terutama saat lalu lintas padat. Meski bukan petugas resmi, keberadaannya kerap dimanfaatkan pengguna jalan untuk memperlancar arus kendaraan.
“Setiap hari di sini, ya membantu mengatur kendaraan saja, biar gak mecet dan arus lalu lintas lancar,” ujarnya.
Baca Juga: Waspada Kemacetan di Blitar Jalur Rute Barat , Ini Sejumlah Titik Zona Merah
Meskipun penghasilan yang didapat tidak menentu. Namun, Prayitno menyadari bahwa jasa mereka hanya mengandalkan simpati dan uang sukarela dari pengendara yang melintas, bukan dengan cara memaksa.
“Kalau dihitung, paling sekitar Rp 100 ribu dalam seminggu. Itu pun kadang tidak pasti juga, tergantung banyaknya kendaraan yang lewat,” tuturnya.
Menurut dia, jumlah tersebut bisa berubah tergantung kondisi lalu lintas dan keramaian kendaraan di lokasi. Pada hari-hari tertentu, misalnya jelang Lebaran seperti beberapa waktu lalu, pemasukan lumayan naik, berbeda dengan hari-hari biasa.
“Kalau pas ramai seperti mau hari raya beberapa waktu lalu bisa naik, biasanya sampai arus balik,” aku pria asal Kelurahan Bendogerit itu.
Meski demikian, dia tetap menjalani aktivitas tersebut dengan Ikhlas, ini juga sebagai upaya untuk menambah penghasilan sehari-hari. Sehingga hanya “turun jalan” saat ada momentum keramaian.
Selain di hari raya, juga momentum ada event dari pemerintah kota.
“Ya seadanya kalau ngomong pendapatan, yang penting bisa buat tambah-tambah untuk beli kebutuhan,” terangnya. (*/ady)
Editor : M. Subchan Abdullah