Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Target PAD Sektor Pariwisata di Kota Blitar Tahun Ini Susut, Disbudpar Ungkap Sejumlah Faktornya

M. Subchan Abdullah • Kamis, 26 Maret 2026 | 11:00 WIB

MUHAMMAD ADIB FALIH RIFLY/RADAR BLITAR

JUJUKAN WISATAWAN:  Wisata Makam Bung Karno di Kota Blitar yang terus ramai dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah hampir setiap hari.
MUHAMMAD ADIB FALIH RIFLY/RADAR BLITAR JUJUKAN WISATAWAN:  Wisata Makam Bung Karno di Kota Blitar yang terus ramai dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah hampir setiap hari.

BLITAR KAWENTAR, – Target pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pariwisata di Bumi Bung Karno pada 2026 mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya.

Pemerintah daerah menilai kondisi ini dipengaruhi sejumlah faktor, mulai dari berakhirnya masa sewa aset hingga kebijakan eksternal yang berdampak pada jumlah kunjungan wisatawan.

Baca Juga: Rekomendasi City Car Hatchback Terbaik untuk Mobil Pertama 2026: Yaris vs Jazz vs Swift, Mana Paling Worth It?

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Blitar, Rike Rochmawati, mengatakan target PAD sektor pariwisata tahun 2026 ditetapkan sebesar Rp 1,8 miliar.

Angka tersebut lebih rendah dibanding target 2025 yang mencapai Rp 2,1 miliar.

Baca Juga: 10 Mobil Terbaik untuk Pemula 2026: Rekomendasi City Car Irit, Murah, dan Mudah Dikendarai!

Menurut Rike, penurunan target ini tidak lepas dari capaian realisasi PAD tahun sebelumnya yang belum maksimal.

Pada 2025, PAD sektor pariwisata hanya terealisasi sekitar Rp 1,6 miliar atau sekitar 73 persen dari target yang ditetapkan.

Baca Juga: Tips Memilih Mobil Pertama 2026: Kenapa Toyota Agya dan Toyota Calya Jadi Rekomendasi Terbaik?

“Realisasi tahun lalu memang belum memenuhi target. Salah satu faktornya karena masa sewa water park Sumber Udel berakhir pada 2025,” ujarnya.

Dia menjelaskan, kontribusi dari sewa water park Sumber Udel sebenarnya masih masuk dalam target PAD 2025 sebesar Rp 310 juta.

Namun, pembayaran sewa tersebut telah dilakukan pada 2024 untuk masa sewa hingga 2025, sehingga tidak lagi memberikan tambahan signifikan pada tahun berjalan.

Baca Juga: 4 Mobil Bekas Rp100 Jutaan Terbaik untuk Keluarga, Avanza hingga Xpander Jadi Pilihan Aman!

Selain itu, kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat juga turut memengaruhi sektor pariwisata.

Rike menyebut, pembatasan anggaran berdampak pada berkurangnya kegiatan perjalanan dinas maupun kunjungan yang biasanya ikut menyumbang jumlah wisatawan.

Baca Juga: Kenapa Mobil LCGC Masih Laris di 2025? Padahal Banyak Alternatif Lebih Baik di Harga yang Hampir Sama!

Tak hanya itu, kebijakan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat yang membatasi kegiatan studi wisata ke luar daerah juga disebut berdampak pada penurunan kunjungan wisata ke Kota Blitar.

Selama ini, kunjungan pelajar dari luar daerah menjadi salah satu penyumbang jumlah wisatawan.

Baca Juga: 7 Rekomendasi Mobil Hatchback Bekas di Bawah 100 Juta, Alternatif Terbaik Anti LCGC untuk Perkotaan 2025

Adapun selama ini, kontribusi terbesar PAD sektor pariwisata berasal dari retribusi kunjungan ke sejumlah objek wisata unggulan.

Di antaranya Makam Bung Karno (MBK), Istana Gebang, serta Pusat Informasi Pariwisata dan Perdagangan (PIPP).

Baca Juga: 4 Mobil Bekas Rp100 Jutaan Terbaik untuk Keluarga, Avanza hingga Xpander Jadi Pilihan Aman!

Menghadapi kondisi tersebut, disbudpar telah menyiapkan sejumlah strategi untuk mendongkrak PAD sektor pariwisata.

Salah satunya melalui penguatan promosi digital. 

Baca Juga: Banjir Mobil Bekas Murah di Mirza Mobil! LCGC hingga MPV Harga Mulai Rp75 Jutaan, DP Cuma Rp1 Juta

Menurut Rike, sektor pariwisata saat ini sangat dipengaruhi oleh tren di media sosial.

Karena itu, promosi destinasi wisata terus digencarkan melalui berbagai platform digital untuk menarik minat wisatawan.

Baca Juga: Mobil Rp80 Jutaan Masih Ada! Daihatsu Ayla Bekas 2014 Ini Jadi Solusi Murah di Tengah Harga Mobil Mahal

Selain itu, Disbudpar juga tengah menyusun rencana pengembangan paket wisata, baik dalam kota maupun kerja sama dengan daerah tetangga.

Paket wisata tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya tarik kunjungan wisatawan ke Kota Blitar.

Baca Juga: 7 Rekomendasi Mobil Hatchback Bekas di Bawah 100 Juta, Alternatif Terbaik Anti LCGC untuk Perkotaan 2025

 ”Saat ini rencana paket wisata masih dalam tahap kajian bersama lintas OPD dan daerah sekitar. Harapannya bisa segera direalisasikan untuk mendongkrak kunjungan,” tandasnya. (sub/ady)

 

Editor : Oksania Difa Ilmada
#Bumi Bungkarno #dinas pariwisata kota blitar #makam bungkarno