BLITAR KAWENTAR - Jauh dari kampung halaman, bertugas di wilayah pegunungan Papua tidak pernah mudah.
Terlebih ketika bulan suci Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri semakin dekat.
Baca Juga: Tips Memilih Mobil Pertama 2026: Kenapa Toyota Agya dan Toyota Calya Jadi Rekomendasi Terbaik?
Kerinduan terhadap keluarga dan tradisi kampung halaman menjadi perasaan yang tidak terhindarkan.
Hal itu pula yang dirasakan oleh seorang prajurit TNI asal Kabupaten Blitar, Ivan Alif Fauzan.
Baca Juga: Target PAD Sektor Pariwisata di Kota Blitar Tahun Ini Susut, Disbudpar Ungkap Sejumlah Faktornya
Pemuda asal Desa Sumberjo, RT 02 RW 01, Kecamatan Sutojayan, Kabupaten Blitar itu kini tengah menjalankan tugas negara di Papua Pegunungan.
Tepatnya di Kabupaten Lani Jaya, Desa Lubang.
Baca Juga: 10 Mobil Terbaik untuk Pemula 2026: Rekomendasi City Car Irit, Murah, dan Mudah Dikendarai!
Sudah sekitar enam bulan ia berada di daerah tersebut menjalankan tugas sebagai penjaga kedaulatan negara.
Menjadi prajurit TNI sebenarnya bukanlah pilihan yang datang secara tiba-tiba bagi Ivan.
Sejak lama, profesi sebagai tentara sudah menjadi cita-cita yang ia impikan.
Keinginan tersebut akhirnya terwujud pada tahun 2021 ketika dirinya dinyatakan lolos seleksi dan resmi menjadi anggota TNI.
“Memang dari dulu saya bercita-cita menjadi TNI. Alhamdulillah pada tahun 2021 saya bisa lolos tes dan menjadi prajurit,” ujarnya melalui sambungan telepon kepada Koran ini.
Setelah beberapa waktu menjalani pendidikan dan penugasan, Ivan akhirnya mendapat tugas di wilayah Papua.
Baca Juga: Banjir Mobil Bekas Murah di Mirza Mobil! LCGC hingga MPV Harga Mulai Rp75 Jutaan, DP Cuma Rp1 Juta
Bagi banyak prajurit, wilayah tersebut dikenal memiliki tantangan tersendiri, baik dari sisi geografis maupun fasilitas.
Ia bercerita, kondisi di tempat tugasnya jauh berbeda dengan kehidupan di kampung halaman.
Baca Juga: 10 Mobil Terbaik untuk Pemula 2026: Rekomendasi City Car Irit, Murah, dan Mudah Dikendarai!
Desa Lubang di Kabupaten Lani Jaya berada di wilayah pegunungan yang cukup terpencil. Akses logistik tidak selalu mudah dan berbagai fasilitas juga terbatas.
“Untuk logistik yang dikirim kadang tidak menentu, tergantung situasi dan kondisi di sini. Jadi kami makan seadanya, apa yang ada kami makan,” katanya.
Keterbatasan tidak hanya dirasakan dalam hal makanan.
Fasilitas listrik juga masih menjadi tantangan tersendiri.
Di tempat tugasnya, listrik tidak tersedia secara stabil seperti di kota.
Para prajurit mengandalkan tenaga surya atau solar cell sebagai sumber listrik.
Namun ketika cuaca buruk atau hujan turun, listrik sering kali tidak dapat digunakan secara maksimal.
Kondisi tersebut juga berdampak pada komunikasi dengan keluarga di kampung halaman.
“Untuk komunikasi dengan keluarga menggunakan handphone, tapi itu juga kalau sinyal ada. Di sini listrik saja sulit karena pakai solar cell, kalau hujan kadang tidak tentu,” jelasnya.
Meski begitu, keterbatasan tersebut tidak mengurangi semangat Ivan dalam menjalankan tugas.
Sebagai prajurit, ia menyadari bahwa setiap perintah yang diberikan merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
Baca Juga: Hasil MotoGP Brasil 2026: Marco Bezzecchi Juara, Aprilia Dominan Usai Jorge Martin Runner-up
“Kami bergerak atas perintah. Apa yang sudah diperintahkan pasti kami laksanakan,” tegasnya.
Menjelang Hari Raya Idulfitri, kerinduan terhadap keluarga dan kampung halaman semakin terasa.
Baca Juga: Hasil MotoGP Brasil 2026: Marco Bezzecchi Juara Dramatis, Klasemen Memanas Jelang Seri Amerika
Terlebih bagi Ivan yang terbiasa merayakan Lebaran bersama keluarga dan masyarakat sekitar di Blitar.
Ia mengaku sangat merindukan berbagai tradisi yang biasa dilakukan di kampung halaman.
Baca Juga: Hasil MotoGP Brasil 2026: Marco Bezzecchi Juara, Klasemen Terbaru & Jadwal Lengkap Seri Berikutnya
Salah satunya adalah kebiasaan saling berkunjung antar tetangga setelah melaksanakan salat Idulfitri.
“Kalau bicara soal Blitar, banyak sekali yang saya rindukan. Terutama setelah salat Id, biasanya tetangga saling berkunjung atau ziarah ke makam leluhur. Tradisi seperti itu tidak bisa saya temui di sini,” ungkapnya.
Baca Juga: Hasil Sprint MotoGP Brasil 2026: Marc Marquez Menang, Klasemen Terbaru & Jadwal Race Utama
Kerinduan itu juga semakin terasa ketika mengingat masakan khas Lebaran di rumah.
Salah satu menu yang paling ia rindukan adalah hidangan ayam yang biasa disajikan keluarganya saat hari raya.
Baca Juga: Hasil Sprint MotoGP Brasil 2026: Marc Marquez Juara, Klasemen Terbaru & Jadwal Race Utama
Di tempat tugasnya, suasana Lebaran tentu berbeda.
Para prajurit merayakan hari raya dengan sederhana, menyesuaikan dengan kondisi dan persediaan yang ada.
Meski jauh dari keluarga, Ivan selalu berusaha menjaga komunikasi dengan orang tuanya.
Ia berharap keluarganya di Blitar selalu diberi kesehatan dan tidak terlalu khawatir terhadap dirinya.
“Pesan saya untuk orang tua, semoga selalu sehat. Tunggu anakmu ini pulang dan semoga nanti bisa lebaran di rumah bersama,” katanya.
Bagi Ivan, kerinduan terhadap keluarga justru menjadi sumber motivasi dalam menjalankan tugas negara.
Ia menjadikan perasaan tersebut sebagai penyemangat untuk tetap kuat menjaga wilayah perbatasan dan kedaulatan NKRI.
“Untuk anak muda di Blitar, tetaplah semangat. Tidak ada yang tidak mungkin selama kita mau berusaha. Jangan mengeluh dengan keterbatasan, justru itu bisa menjadi cambuk untuk mencari yang lebih baik,” pesannya.
Harapan terbesar Ivan sederhana.
Ia ingin bisa kembali berkumpul dengan keluarga dan merayakan Lebaran bersama di kampung halaman.
Namun selama tugas negara masih menanti, ia tetap berdiri tegak sebagai prajurit yang siap menjaga kedaulatan Indonesia di ujung negeri. (*/ady)
Editor : Oksania Difa Ilmada