BLITAR KAWENTAR - Insiden kebakaran kendaraan di tengah perjalanan menjadi salah satu risiko yang patut diwaspadai, misalnya saat arus balik Lebaran 2026 ini.
Menanggapi hal tersebut, Satpol PP dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Blitar meminta pemilik kendaraan untuk melakukan pengecekan teknis secara menyeluruh sebelum memulai perjalanan jauh, di antaranya mengecek kelistrikan dan menyiapkan alat pemadam api ringan (APAR).
Kasi Pemadaman, Penyelamat, dan Sarana Prasarana Damkar Kabupaten Blitar, Tedi Prasojo menekankan, mayoritas kasus kebakaran kendaraan bermotor dipicu oleh masalah kelistrikan dan kebocoran bahan bakar yang tidak terdeteksi.
"Sebelum memulai perjalanan jauh, yang pertama dan paling utama adalah melakukan check-up kendaraan secara total. Jangan hanya mesin, tapi perhatikan juga instalasi kabel-kabelnya, jangan sampai ada korsleting yang bisa memicu api," ujarnya.
Baca Juga: Target PAD Sektor Pariwisata di Kota Blitar Tahun Ini Susut, Disbudpar Ungkap Sejumlah Faktornya
Selain pengecekan rutin di bengkel, Tedi juga mewanti-wanti pengguna kendaraan menyediakan APAR berukuran kecil di dalam kabin mobil.
Keberadaan APAR dinilai krusial sebagai alat pertolongan pertama jika muncul percikan api atau asap dari ruang mesin.
Baca Juga: 4 Mobil Bekas Rp100 Jutaan Terbaik untuk Keluarga, Avanza hingga Xpander Jadi Pilihan Aman!
"Siapkan APAR di kendaraan. Ini sering kali dianggap tidak penting, padahal jika terjadi insiden kecil di jalan, APAR adalah kunci agar api tidak menjalar dan menghanguskan seluruh badan mobil. Jangan menunggu pemadam datang jika api masih bisa dipadamkan di awal," tambahnya.
Beberapa poin penting yang disarankan damkar untuk diperiksa, meliputi sistem kelistrikan dan pastikan tidak ada modifikasi kabel yang tidak standar.
Baca Juga: Tips Memilih Mobil Pertama 2026: Kenapa Toyota Agya dan Toyota Calya Jadi Rekomendasi Terbaik?
Selanjutnya, sebelum menggunakan kendaraan sebaiknya cek sistem pendingin. ”Cek air radiator untuk mencegah mesin overheat,” sambungnya.
Terakhir, pengemudi harus memeriksa kondisi bahan bakar.
Pastikan tidak ada bau bensin yang menyengat di dalam kabin atau rembesan di bawah mesin.
Harapannya, dengan persiapan teknis yang matang, masyarakat Kabupaten Blitar yang melakukan perjalanan jauh dapat sampai tujuan dengan selamat tanpa kendala yang membahayakan nyawa.
"Keamanan berkendara bukan hanya soal rem dan ban, tapi juga soal kesiapan kita menghadapi risiko kebakaran," pungkasnya. (kho/ynu)
Editor : Oksania Difa Ilmada