Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Mahasiswa Blitar Memaknai Tradisi Kupatan Lebaran: Jadi Simbol Social Reset

Akhmad Nur Khoiri • Kamis, 26 Maret 2026 | 13:43 WIB

RIKE DIANA PUTRI - Kupatan Sebagai Simbol “Social Reset” dan Kedewasaan Emosional
RIKE DIANA PUTRI - Kupatan Sebagai Simbol “Social Reset” dan Kedewasaan Emosional

BLITAR KAWENTAR - Tradisi menyajikan ketupat saat Lebaran tak lagi dipandang sekadar hidangan khas.

Bagi sebagian kalangan Gen Z, ketupat justru dimaknai sebagai simbol refleksi diri hingga social reset dalam hubungan sosial.

Baca Juga: Toyota Mirai guncang dunia, tapi sulit masuk pasar lokal. Cek review Toyota Mirai terkait dilema harga, pajak impor, dan kesiapan pengisian hidrogen.

Salah satu mahasiswa, Rike Diana Putri menilai, filosofi ketupat masih sangat relevan di tengah kompleksitas kehidupan saat ini.

Anyaman janur yang membungkus ketupat mencerminkan rumitnya realitas yang dihadapi anak muda, mulai dari tekanan medsos, karier, hingga dinamika pertemanan dan keluarga.

Baca Juga: Bosan nunggu cas EV? Intip review Toyota Mirai, mobil hidrogen yang cuma butuh 5 menit isi bahan bakar. Solusi cerdas masa depan tanpa polusi!

Anyaman ketupat itu seperti gambaran hidup kita yang ruwet, penuh tekanan, dan kadang saling tumpang tindih antara ego dan realita,ujarnya.

‎‎Namun, makna utama ketupat terletak pada konsep ngaku lepat” atau mengakui kesalahan.

Baca Juga: Kisah Haru Kesetiaan Riko Simanjuntak di Persija: Tolak Tawaran Menggiurkan Klub Thailand dan Singapura Demi Janji Setia di Jakarta!

Di tengah budaya modern yang cenderung canggung untuk meminta maaf secara langsung, ketupat menjadi simbol penyederhanaan konflik secara emosional.

Ketupat itu seperti diplomasi. Saat dimakan bersama, itu jadi momen untuk clear cache perasaan, menghapus prasangka dan dendam,” jelasnya.

Baca Juga: Lebih unggul dari EV? Intip rekomendasi mobil hidrogen Toyota Hilux. Teknologi ramah lingkungan, nol emisi, dan performa tangguh untuk masa depan.

‎‎Bagian dalam ketupat yang berwarna putih bersih melambangkan ketulusan setelah proses introspeksi.

Menurutnya, hal tersebut menjadi simbol bahwa setiap individu memiliki kesempatan untuk kembali ke kondisi yang lebih jernih dan solid. 

Baca Juga: Cek rekomendasi mobil hidrogen Toyota Mirai di Indonesia! Target pasar sebelum 2030, isi bahan bakar cuma 5 menit, dan solusi nol emisi uap air.

Bagi Rike, tradisi ini bukan sekadar warisan budaya, melainkan bentuk self-healing kolektif agar masyarakat dapat melangkah ke depan tanpa beban masa lalu. (kho/ynu)

 

Editor : Oksania Difa Ilmada
#Tradisi Lebaran #Tradisi Kupatan #Makna Tradisi #kata gen z #Makna Tradisi Kupatan