BLITAR KAWENTAR – Kemunculan ular di lingkungan rumah warga masih kerap terjadi, terutama di wilayah yang berdekatan dengan lahan kosong, tegalan atau area persawahan.
Kondisi ini membuat masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan sekaligus memahami cara penanganan yang tepat.
Pemerhati ular asal Blitar, Novan Dian Santoso, menjelaskan sebagian besar ular yang masuk ke permukiman di Indonesia merupakan jenis ular kecil pemakan tikus atau colubrid.
Salah satunya adalah ular king koros yang umumnya tidak berbahaya bagi manusia.
“Sebagian besar ular yang masuk ke rumah itu justru ular pemakan tikus. Mereka datang karena mencari makan, bukan menyerang manusia,” ujarnya, Kamis (26/3/2026).
Menurutnya, ada beberapa faktor yang menyebabkan ular masuk ke lingkungan rumah. Salah satunya karena kondisi lingkungan yang gelap dan lembap.
Area seperti itu menjadi tempat favorit ular karena banyak tersedia pakan alami seperti tikus, kecoa, dan hewan kecil lainnya.
Selain itu, banyak rumah di wilayah Kabupaten Blitar yang berada dekat tegalan atau lahan kosong. Area tersebut merupakan habitat asli ular, sehingga potensi kemunculannya di permukiman cukup tinggi.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, Novan mengimbau masyarakat agar menjaga kebersihan lingkungan rumah. Membersihkan rumah secara rutin, termasuk mengepel lantai, dinilai efektif mengurangi potensi ular masuk.
Baca Juga: Mahindra Scorpio Double Cab Facelift 4x4 Meluncur, Harga Rp334 Juta dengan Mesin Diesel 140 PS dan Fitur Lengkap
“Jangan biarkan sampah atau sisa makanan berserakan. Itu akan mengundang tikus dan serangga, yang justru menjadi pakan ular,” jelas pemuda yang akrab disapa Novan Coklat ini.
Dia juga menyebut ular tidak menyukai bau menyengat. Penggunaan cairan seperti pengharum ruangan atau insektisida semprot bisa menjadi salah satu cara untuk mengusir ular dari area rumah.
Namun, dia menegaskan bahwa anggapan menaburkan garam untuk mengusir ular adalah mitos.
“Garam tidak berpengaruh pada ular karena mereka bukan hewan berlendir seperti siput,” tegasnya.
Jika ular terlanjur masuk ke dalam rumah, masyarakat bisa mengusirnya dengan cara menyiram air panas. Meski tidak selalu mematikan, cara tersebut dapat membuat ular menjauh karena mengalami luka ringan.
Baca Juga: 7 Mobil Bekas Rp80 Jutaan Terbaik dan Paling Bandel, Cocok untuk Pemula: Dari Xenia hingga Innova!
Untuk kondisi darurat, terutama jika penghuni rumah merasa terancam, tindakan memukul ular menggunakan alat seperti tongkat juga diperbolehkan.
“Kalau demi keamanan, apalagi bagi orang awam, tidak masalah. Yang penting keselamatan tetap diutamakan,” pungkasnya.(*/sub)
Editor : M. Subchan Abdullah