BLITAR KAWENTAR- Pemerintah Kota Blitar mulai menyiapkan konsep Blitar Trade Center (BTC) sebagai pusat aktivitas perdagangan terpadu.
Kawasan ini tidak hanya difungsikan sebagai perkantoran, tetapi juga dirancang mendukung rantai distribusi barang.
Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin, mengatakan pada tahap awal BTC akan diisi fasilitas perkantoran bisnis yang dapat dimanfaatkan pelaku usaha.
“Di awal memang kita siapkan perkantoran dulu, supaya pelaku usaha punya tempat untuk menjalankan aktivitas perdagangan,” ujarnya.
Selain kantor, BTC juga dirancang memiliki fungsi lanjutan berupa area pergudangan.
Fasilitas ini nantinya digunakan untuk menyimpan barang dagangan sebelum didistribusikan ke berbagai daerah.
“Ke depan akan ada pergudangan juga, jadi tidak hanya aktivitas administrasi tapi juga distribusi barang,” jelasnya.
Tak hanya itu, kawasan ini juga diproyeksikan menjadi pusat pengiriman barang.
Dengan konsep tersebut, BTC diharapkan mampu menghubungkan pelaku usaha lokal dengan pasar yang lebih luas.
“Dari sini nanti bisa untuk pengiriman barang, baik dalam kota, antardaerah, sampai keluar pulau,” katanya.
Pemerintah juga menyiapkan BTC sebagai pusat aktivitas perdagangan yang terintegrasi dalam satu kawasan.
Seluruh proses bisnis, mulai dari transaksi hingga distribusi, diarahkan berada dalam satu sistem.
“Konsepnya satu pintu, jadi pelaku usaha tidak perlu berpindah-pindah tempat untuk menjalankan bisnisnya,” tambahnya.
Ke depan, BTC juga berpotensi dikembangkan menjadi pusat kegiatan ekonomi lain, termasuk ruang kreatif dan pengembangan usaha baru sesuai kebutuhan pasar. (bud/ady)
Editor : Oksania Difa Ilmada