BLITAR KAWENTAR - Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Blitar memetakan titik-titik rawan kemacetan (trouble spot) dan kecelakaan (black spot).
Fokus pengamanan dipusatkan di jalur utama yang kerap mengalami penumpukan kendaraan, yakni wilayah Desa Kalipucung, Kecamatan Sanankulon, dan Desa/Kecamatan Kesamben.
Baca Juga: Maret Harus Tuntas, Pemkot Blitar Dorong Pengurus Koperasi Merah Putih Genjot Laporan RAT
Pemantauan melalui sistem area traffic control system (ATCS) selama 24 jam nonstop sangat membantu mendeteksi dini kemacetan.
Kepala Dishub Kabupaten Blitar, Puguh Imam Susanto menyatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan jajaran kepolisian untuk menerapkan skema manajemen lalu lintas guna memastikan mobilitas pengguna jalan tetap lancar.
Baca Juga: 65 KDMP di Kabupaten Blitar Mulai Beroperasi, Apa Fokus Kegiatannya?
"Hasil pemetaan kami, titik yang paling ramai dan rawan macet itu biasanya di perempatan Kalipucung dan wilayah Kesamben. Kami terus pantau melalui sistem ATCS selama 24 jam nonstop untuk mendeteksi dini kemacetan," ujarnya.
Sebagai langkah antisipasi fisik, dishub telah mendistribusikan sarana prasarana lalu lintas ke titik-titik strategis.
Ratusan barikade dan traffic cone (kerucut lalu lintas) disiagakan di lapangan untuk rekayasa arus jika terjadi lonjakan volume kendaraan yang ekstrem.
"Tinggal menunggu penempatan sesuai perkembangan situasi di lapangan," tambahnya.
Selain manajemen arus, aspek keselamatan berkendara di malam hari juga menjadi prioritas.
Tim dari bidang teknis dishub menyisir kondisi penerangan jalan umum (PJU) di sepanjang jalur utama untuk memastikan tidak ada area gelap yang membahayakan pengendara.
Puguh juga mengingatkan, para pengusaha angkutan dan masyarakat umum untuk memastikan kendaraan mereka dalam kondisi prima.
Pengujian kendaraan (KIR) di kantor dishub tetap disiagakan untuk mengecek kelaikan jalan armada sebelum digunakan menempuh perjalanan jauh. (kho/ynu)
Editor : Oksania Difa Ilmada