Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Damkar Kabupaten Blitar Sebut Kebakaran Juga Bisa Datang dari Langit Karena Hal Ini

Akhmad Nur Khoiri • Jumat, 27 Maret 2026 | 13:51 WIB

Kebakaran Bisa Datang dari Langit: Tradisi Balon Udara dan Layangan Bisa Berujung Bencana: Pernah Menimpa Sekolah di Dusun Langkapan
Kebakaran Bisa Datang dari Langit: Tradisi Balon Udara dan Layangan Bisa Berujung Bencana: Pernah Menimpa Sekolah di Dusun Langkapan

 

BLITAR KAWENTAR - Di balik indahnya pemandangan balon udara dan layang-layang yang kerap menghiasi langit Kabupaten Blitar saat Lebaran, tersimpan ancaman kebakaran yang nyata.

Satpol PP dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Blitar meminta masyarakat untuk tidak abai terhadap risiko jatuh atau tersangkutnya benda-benda tersebut di area permukiman maupun fasilitas umum.

Baca Juga: Maret Harus Tuntas, Pemkot Blitar Dorong Pengurus Koperasi Merah Putih Genjot Laporan RAT

Kasi Pemadaman, Penyelamat, dan Sarana Prasarana Damkar Kabupaten Blitar, Tedi Prasojo mengingatkan warga agar tidak sembarangan melepas balon udara maupun menaikkan layang-layang tanpa pengawasan.

Hal itu, merujuk pada insiden yang pernah terjadi di sebuah gedung sekolah di wilayah Dusun Langkapan, Desa Maron, Kecamatan Srengat, beberapa waktu lalu sebagai pelajaran berharga.

Baca Juga: 65 KDMP di Kabupaten Blitar Mulai Beroperasi, Apa Fokus Kegiatannya?

"Belajar dari kasus di Langkapan, itu gara-gara balon udara jatuh. Beruntung segera diketahui oleh penjaga malam sehingga api tidak sampai menjalar ke seluruh bangunan. Itu bukti kalau balon udara sangat berbahaya," ungkap Tedi.

Selain balon udara, Tedi juga menyoroti fenomena layang-layang gapangan yang sering ditinggal terbang semalaman atau dipanjer.

Baca Juga: Mahindra Scorpio Pickup 4x4 Jadi Sorotan, Diborong 105 Ribu Unit untuk Kopdes Merah Putih, Spesifikasi dan Harganya Bikin Kaget

Menurutnya, layang-layang yang dibiarkan terbang tanpa ditunggu sangat berisiko jika tiba-tiba putus atau jatuh mengenai instalasi listrik dan atap rumah warga.

"Layangan gapangan itu kalau pas jatuh atau senarnya tersangkut, sering kali tidak terpantau oleh pemiliknya.

Baca Juga: Mahindra Scorpio Double Cab Facelift 4x4 Meluncur, Harga Rp334 Juta dengan Mesin Diesel 140 PS dan Fitur Lengkap

Lebih berbahaya lagi kalau jatuh di area yang sulit dijangkau. Kami harap masyarakat jika memang menaikkan layang-layang, tolong ditunggu dan diawasi, jangan dipanjer lalu ditinggal tidur," tambahnya.

Meski memahami bahwa menerbangkan balon udara dan layang-layang sudah menjadi tradisi turun-temurun saat merayakan kemenangan Idul Fitri, Tedi menegaskan, keselamatan publik tetap harus menjadi prioritas utama.

Baca Juga: Waspada Ular Masuk Rumah, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya Menurut Pemerhati Ular Blitar

Pihaknya berkoordinasi dengan kepolisian untuk terus memantau aktivitas ini di lapangan.

"Kami tidak melarang masyarakat merayakan kemenangan, tapi tolong tetap ikuti aturan pemerintah. Jangan sampai kegembiraan hari raya berubah menjadi duka karena rumah sendiri atau tetangga terbakar akibat benda yang kita terbangkan ke langit," pungkas Tedi. (kho/ynu)

Editor : Oksania Difa Ilmada
#bahaya balon udara #upaya pencegahan kebakaran #Kabupaten Blitar #balon udara #Damkar #kebakaran