BLITAR KAWENTAR – Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar menyoroti penurunan prestasi dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur.
Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin menegaskan, capaian tersebut harus menjadi bahan evaluasi serius bagi semua pihak.
Baca Juga: Partisipasi Masyarakat Kota Blitar Ikuti Program CKG Masihh 14 Persen, Dinkes Ungkap Penyebabnya
Dalam porprov terakhir, kontingen Kota Blitar turun dari peringkat 18 menjadi peringkat 28.
Penurunan ini dinilai sebagai sinyal perlunya perbaikan strategi pembinaan olahraga.
Baca Juga: Pemkot Blitar Tunggu Kebijakan Resmi ASN WFH, Begini Skenario yang Disiapkan
“Faktanya, prestasi kita menurun. Dari peringkat 18 turun ke peringkat 28. Ini tentu menjadi tantangan yang harus kita evaluasi bersama,” tegasnya, saat penyerahan bonus prestasi atlet beberapa waktu lalu.
Meski berhasil meraih 37 medali, terdiri dari 8 emas, 13 perak, dan 16 perunggu, capaian tersebut dinilai belum cukup untuk mendongkrak posisi klasemen secara signifikan.
Baca Juga: Pemkot Blitar Imbau Koperasi Kelurahan Merah Putih Himpun Anggota demi Kejar Modal Usaha
Wali kota juga menekankan besarnya bonus yang diberikan kepada atlet tidak selalu sejalan dengan peningkatan prestasi.
Oleh karena itu, dia meminta adanya evaluasi menyeluruh, mulai dari atlet, pelatih, hingga ofisial.
Baca Juga: Review Toyota Velos Hybrid 2026, Irit dan Canggih, Tapi Interior Masih Terasa Murah?
“Belum tentu apresiasi besar itu linear dengan prestasi. Maka ke depan harus ada lompatan prestasi,” ujarnya.
Dia juga mengingatkan agar atlet tidak terlena dan tetap fokus meningkatkan kemampuan.
Menurutnya, disiplin latihan dan strategi yang tepat menjadi kunci dalam meraih prestasi.
“Jangan hanya ribut soal hal lain, tapi prestasinya tidak ada. Atlet harus menunjukkan semangat latihan,” katanya.
Selain itu, pemkot juga mendorong adanya penentuan cabang olahraga (cabor) prioritas yang dinilai memiliki potensi besar menyumbang medali.
Langkah ini dinilai penting untuk meningkatkan efisiensi pembinaan.
“Perlu strategi, misalnya memilih cabang yang berpotensi dan efisien untuk meraih medali,” pungkasnya. (sub/c1/ynu)
Editor : Oksania Difa Ilmada