Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Tantangan Pemkot Blitar di Tahun Serba Efisiensi, Wali Kota: Kami Fokus Program Prioritas dan Ekonomi Warga

M. Subchan Abdullah • Senin, 30 Maret 2026 | 11:39 WIB

Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin.
Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin.

BLITAR KAWENTAR- Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar menatap 2026 ini dengan sejumlah tantangan.

Khususya terkait dengan menipisnya tranfer pusat ke daerah (TKD) yang memaksa setiap daerah harus menerapkan efisiensi anggaran ketat.

Baca Juga: Kisah Bangkrut Rp2,4 Miliar hingga Bangkit, Rahasia Sukses Bisnis Dokter Mobil dari Nol Tanpa Utang

Tak pelak, pemangkasan TKD ini mau tidak mau membuat pemkot harus melakukan penyesuaian program,

selain untuk melihat kekuatan anggaran daerah, juga tetap mengupayakan berbagai program berjalan optimal.

Baca Juga: Kisah Sukses Bisnis Otomotif dari Nol, Modal Hobi Jadi Duit ala Riswan, Kunci Suksesnya Bikin Penasaran!

Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin menegaskan, pemerintah daerah tetap dan masih berkomitmen menjalankan berbagai program prioritas yang telah direncanakan, meskipun di tengah keterbatasan anggaran.

Fokus utama diarahkan pada kebutuhan masyarakat serta menjaga stabilitas ekonomi daerah.

Baca Juga: Kisah Sukses Kacunk Motor: Dari Bangkrut dan Terlilit Utang hingga Punya 1.000 Unit Mobil, Berkat Sedekah dan Bisnis Tanpa Bank

“Intinya, kami berupaya mewujudkan apa yang paling dibutuhkan masyarakat. Kami ingin masyarakat senang, nyaman, aman, dan sejahtera, yang yang paling prioritas,” ungkapnya kepada Koran beberapa waktu lalu.

Mas Ibin-sapaan akrab wali kota Blitar ini menjelaskan, berbagai capaian dan program yang telah berjalan selama ini menjadi dasar untuk melanjutkan pembangunan ke depan.

Baca Juga: Kisah Mobil Nasional Timor: Ambisi Besar Era Soeharto yang Kandas, Dari Harga Murah hingga Gugatan WTO

Namun, kondisi fiskal menuntut adanya penyesuaian tanpa mengurangi kualitas layanan publik.

“Jadi banyak penyesuaian dilakukan, tetap berkaca pada program yang ada, juga kondisi anggaran yang kita miliki,” tegasnya.

Baca Juga: BYD Song L Ultra EV Gegerkan Pasar! SUV Listrik Rp300 Jutaan Jarak 700 Km Siap Goyang Honda CR-V

Menurut dia, pemerintah akan terus membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi.

Hal tersebut penting agar kebijakan yang diambil benar-benar sesuai kebutuhan yang ada di lapangan.

Baca Juga: BYD Atto 2 Debut di Singapore Motor Show 2026, SUV Listrik Kompak Lebih Praktis dari Atto 3, Siap Masuk Indonesia?

“Dengan mendengarkan masyarakat, itu paling penting dilakukan, kami bisa tahu permasalahan yang terjadi dan langsung menanganinya,” jelasnya.

Sejumlah program prioritas tetap akan dijalankan pada 2026, mulai dari sektor pendidikan, infrastruktur, perdagangan hingga pariwisata.

Baca Juga: BYD Atto 3 Advance Plus Meluncur di DMS 2026, Harga Rp415 Juta dengan Fitur Panoramic dan ADAS, Makin Menggoda!

Pemkot juga menargetkan peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) untuk menjaga keberlanjutan Pembangunan yang sedang dilaksanakan.

“Pada 2026 ini, kami fokus pada penguatan ekonomi masyarakat dan optimalisasi PAD. Kami berharap program yang ada terus dilaksanakan, sambil juga berharap kondisi keuangan tetap maksimal,” tandasnya. (bud/ady)

 

Editor : Oksania Difa Ilmada
#efisiensi anggaran #TKD 2026 #rencana anggaran biaya #pendapatan asli daerah (PAD) #Pemkot Blitar