BLITAR KAWENTAR- Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar menatap 2026 ini dengan sejumlah tantangan.
Khususya terkait dengan menipisnya tranfer pusat ke daerah (TKD) yang memaksa setiap daerah harus menerapkan efisiensi anggaran ketat.
Baca Juga: Kisah Bangkrut Rp2,4 Miliar hingga Bangkit, Rahasia Sukses Bisnis Dokter Mobil dari Nol Tanpa Utang
Tak pelak, pemangkasan TKD ini mau tidak mau membuat pemkot harus melakukan penyesuaian program,
selain untuk melihat kekuatan anggaran daerah, juga tetap mengupayakan berbagai program berjalan optimal.
Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin menegaskan, pemerintah daerah tetap dan masih berkomitmen menjalankan berbagai program prioritas yang telah direncanakan, meskipun di tengah keterbatasan anggaran.
Fokus utama diarahkan pada kebutuhan masyarakat serta menjaga stabilitas ekonomi daerah.
“Intinya, kami berupaya mewujudkan apa yang paling dibutuhkan masyarakat. Kami ingin masyarakat senang, nyaman, aman, dan sejahtera, yang yang paling prioritas,” ungkapnya kepada Koran beberapa waktu lalu.
Mas Ibin-sapaan akrab wali kota Blitar ini menjelaskan, berbagai capaian dan program yang telah berjalan selama ini menjadi dasar untuk melanjutkan pembangunan ke depan.
Namun, kondisi fiskal menuntut adanya penyesuaian tanpa mengurangi kualitas layanan publik.
“Jadi banyak penyesuaian dilakukan, tetap berkaca pada program yang ada, juga kondisi anggaran yang kita miliki,” tegasnya.
Baca Juga: BYD Song L Ultra EV Gegerkan Pasar! SUV Listrik Rp300 Jutaan Jarak 700 Km Siap Goyang Honda CR-V
Menurut dia, pemerintah akan terus membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi.
Hal tersebut penting agar kebijakan yang diambil benar-benar sesuai kebutuhan yang ada di lapangan.
“Dengan mendengarkan masyarakat, itu paling penting dilakukan, kami bisa tahu permasalahan yang terjadi dan langsung menanganinya,” jelasnya.
Sejumlah program prioritas tetap akan dijalankan pada 2026, mulai dari sektor pendidikan, infrastruktur, perdagangan hingga pariwisata.
Pemkot juga menargetkan peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) untuk menjaga keberlanjutan Pembangunan yang sedang dilaksanakan.
“Pada 2026 ini, kami fokus pada penguatan ekonomi masyarakat dan optimalisasi PAD. Kami berharap program yang ada terus dilaksanakan, sambil juga berharap kondisi keuangan tetap maksimal,” tandasnya. (bud/ady)
Editor : Oksania Difa Ilmada