Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

⁠THR via QRIS Gen Z di Era Serba Digital Menurut Pengamat Komunikasi

M. Subchan Abdullah • Senin, 30 Maret 2026 | 16:00 WIB

 

⁠THR via QRIS Gen Z di Era Serba Digital Menurut Pengamat Komunikasi
⁠THR via QRIS Gen Z di Era Serba Digital Menurut Pengamat Komunikasi

 

BLITAR KAWENTAR - Lebaran zaman sekarang, amplop lebaran mulai berganti menjadi saldo e-wallet atau scan QRIS.

Ucapan kaku ala broadcast pesan siaran pun mulai ditinggalkan Gen Z Blitar, diganti dengan video reels atau story yang estetik dan penuh storytelling.

Baca Juga: Obral Gila Akhir Tahun! MS Auto Banting Harga Mobil Bekas Mulai Rp 60 Jutaan, Camry Hingga Civic FD Ikut 'Kandas'

Apakah ini tanda lunturnya nilai tradisional?

Pengamat Komunikasi, Anita Reta Kusumawijayanti menilai pergeseran medium ini tidak serta-merta menghilangkan nilai penghormatan.

Baca Juga: Modal 80 Jutaan Dapat Mobil Keluarga Apa? Ini 5 MPV Bekas Paling 'Worth It' di Tahun 2026

"Teknologi mengubah cara atau medium pemberian THR, tapi bukan nilai di dalamnya. Rasa hormat tetap bisa ditunjukkan lewat ucapan hangat atau komunikasi yang berkualitas, meski uangnya dikirim secara digital," ungkap dosen komunikasi di UNISBA Blitar ini.

Namun, di tidak menampik bahwa pemberian fisik tetap punya "tenaga" lebih untuk memperkuat kedekatan emosional.

Baca Juga: Jangan Jadi Korban Odometer Mundur! Ini 8 Rekomendasi Mobil Bekas Paling Bandel di Tahun 2026

Begitu juga dengan gaya komunikasi Gen Z yang lebih suka konten "real", alami, dan tidak formal. 

Mereka jago membuat meme atau video yang relate dengan keseharian, yang menunjukkan keinginan untuk lebih autentik dalam berkomunikasi.

Baca Juga: Muscab PKB Kabupaten Blitar Tegaskan Mantan Bupati Mak Rini Tak Akan Lagi Pimpin Partai, Ini Alasannya

Terkait kekhawatiran lunturnya budaya lokal seperti sungkeman atau ater-ater, Anita optimis tradisi ini akan tetap bertahan meski intensitasnya berkurang.

“Budaya sungkeman memiliki makna kebersamaan yang kuat. Teknologi berperan sebagai pelengkap, bukan pengganti mutlak. Nilai-nilai luhur ini masih bisa dipertahankan melalui momen reuni keluarga," jelasnya.

Baca Juga: Potensi Musim Kemarau Panjang hingga Cuaca Panas, Peternak Unggas di Blitar Diminta Waspada

Pesan penutup dari Anita untuk Gen Z Blitar: Teknologi adalah jembatan, bukan sekat.

"Tradisi bisa beradaptasi dengan zaman, tapi etika dalam berinteraksi tetap menjadi pondasi utama silaturahmi. Gunakan teknologi untuk mempermudah, tapi jangan lupakan nilai luhur yang dijaga lewat pertemuan nyata," tutupnya. (sub/ady)

 

Editor : Oksania Difa Ilmada
#THR ala gen Z #THR 2026 #e-wallet #qris #lebaran 2024