BLITAR KAWENTAR – Terobosan anyar disiapkan untuk mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pariwisata.
Salah satu langkah yang tengah disiapkan adalah menyusun paket wisata terpadu yang menghubungkan destinasi di wilayah Blitar Raya.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Blitar, Rike Rochmawati, mengatakan berbagai upaya telah dilakukan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan.
Di antaranya melalui digitalisasi promosi dan publikasi di media sosial yang dinilai efektif mengikuti tren saat ini.
Baca Juga: Tradisi Kirab Ribuan Ketupat Coklat di Destinasi Wisata Kampung Coklat Blitar
”Promosi pariwisata sekarang sangat dipengaruhi media sosial. Karena itu, kami maksimalkan publikasi digital untuk menarik minat wisatawan,” ujarnya.
Selain promosi digital, disbudpar juga tengah mengkaji penyusunan paket wisata terpadu.
Paket tersebut tidak hanya mencakup destinasi wisata di dalam Kota Blitar, tetapi juga terintegrasi dengan sejumlah objek wisata di Kabupaten Blitar.
Menurut Rike, konsep paket wisata Blitar Raya ini diharapkan mampu memberikan pengalaman yang lebih lengkap bagi wisatawan.
Dengan menghubungkan berbagai destinasi unggulan, wisatawan dapat menikmati ragam potensi wisata dalam satu perjalanan.
”Saat ini masih dalam tahap kajian bersama lintas OPD dan daerah tetangga. Nantinya paket wisata ini akan menghubungkan destinasi di kota dan kabupaten,” jelasnya.
Baca Juga: Dompet Aman Hati Tenang! Ini 5 Rekomendasi Mobil 80 Jutaan Terbaik 2026 yang Bandel dan Minim Drama
Di sisi lain, peningkatan kualitas sarana dan prasarana juga menjadi perhatian.
Disbudpar berupaya memastikan fasilitas wisata, termasuk kebersihan dan kenyamanan lingkungan, terus ditingkatkan agar pengunjung merasa aman dan betah.
Baca Juga: Tahun Muda Minim Drama! Ini 5 Rekomendasi Mobil 80 Jutaan Terbaik 2026 yang Siap Pakai Puluhan Tahun
Langkah tersebut diambil seiring dengan target PAD sektor pariwisata tahun 2026 yang ditetapkan sebesar Rp 1,8 miliar.
Target ini menurun dibanding 2025 yang mencapai Rp 2,1 miliar.
Penurunan target tersebut tidak lepas dari capaian realisasi PAD tahun 2025 yang hanya sekitar Rp 1,6 miliar atau 73 persen dari target.
Salah satu faktor penyebabnya adalah berakhirnya masa sewa water park Sumber Udel pada 2025.(sub)
Editor : Oksania Difa Ilmada