Blitar - Wakil Bupati Blitar Beky Herdihansah menyampaikan Nota Penjelasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Blitar Tahun 2025 dalam rapat paripurna DPRD Kabupaten Blitar, Senin (30/3). Dalam pemaparannya, sejumlah indikator kinerja pembangunan daerah berhasil melampaui target yang telah ditetapkan.
Dalam sambutannya, Beky juga menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah kepada seluruh pihak yang hadir. Ia berharap momentum Lebaran dapat mempererat silaturahmi serta membawa keberkahan bagi masyarakat Kabupaten Blitar.
“Semoga hari raya ini membawa kedamaian dan keberkahan serta mempererat tali silaturahmi kita semua,” ujarnya.
Beky menjelaskan, penyampaian LKPJ merupakan amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, di mana kepala daerah wajib melaporkan kinerja penyelenggaraan pemerintahan kepada DPRD paling lambat tiga bulan setelah tahun anggaran berakhir.
Baca Juga: THR via QRIS Gen Z di Era Serba Digital Menurut Pengamat Komunikasi
Menurut dia, LKPJ Tahun 2025 merupakan hasil evaluasi kinerja pembangunan yang tertuang dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) serta Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) beserta perubahannya.
Adapun tema pembangunan Kabupaten Blitar tahun 2025 adalah “Penguatan Sumber Daya Manusia Unggul dan Ekosistem Ekonomi Lokal untuk Kemandirian Ekonomi Daerah”. Tema tersebut dijabarkan dalam lima prioritas pembangunan, meliputi peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, penguatan SDM pelaku ekonomi, peningkatan produktivitas ekonomi lokal, penguatan e-government, serta pemantapan infrastruktur dan lingkungan hidup berkelanjutan.
Dari sisi keuangan daerah, Beky memaparkan pendapatan daerah tahun 2025 ditargetkan sebesar Rp 2,60 triliun dan terealisasi 103,95 persen. Pendapatan asli daerah (PAD) terealisasi 98,80 persen, sementara pendapatan transfer mencapai 105,39 persen.
Sementara itu, belanja daerah dianggarkan sebesar Rp 2,71 triliun dengan realisasi 89,28 persen. Rinciannya meliputi belanja operasi terealisasi 92,78 persen, belanja modal 59,15 persen, belanja tidak terduga 8,88 persen, serta belanja transfer 93,73 persen.
“Untuk pembiayaan daerah, berasal dari sisa lebih pembiayaan anggaran tahun sebelumnya sebesar Rp 109 miliar dan tidak terdapat pengeluaran pembiayaan, sehingga pembiayaan netto sebesar Rp 109 miliar,” jelasnya.
Beky menambahkan, capaian pembangunan tahun 2025 menunjukkan tren positif. Indeks Daya Saing Daerah meningkat menjadi 3,68, lebih tinggi dari rata-rata nasional sebesar 3,50. Selain itu, Indeks Gini turun menjadi 0,351 yang menunjukkan ketimpangan pendapatan semakin berkurang.
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) juga meningkat menjadi 74,43, didukung berbagai program peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan. Di sisi lain, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Blitar mencapai 5,06 persen, lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya sebesar 4,44 persen.
“Seluruh indikator kinerja utama tujuan berhasil memenuhi target yang telah ditetapkan pada tahun 2025,” tegasnya.
Pada indikator kesejahteraan, angka kemiskinan berhasil ditekan menjadi 7,57 persen, yang merupakan capaian terendah dalam 20 tahun terakhir. Tingkat pengangguran terbuka juga turun menjadi 4,49 persen, meski masih lebih tinggi dibanding rata-rata Provinsi Jawa Timur.
Beky juga menyoroti sejumlah indikator lain, seperti peningkatan usia harapan hidup menjadi 75,63 tahun, serta rata-rata lama sekolah menjadi 8,01 tahun. Indeks Reformasi Birokrasi tercatat sebesar 86,59 dengan kategori memuaskan, sementara Indeks Kepuasan Masyarakat mencapai 88,82.
Baca Juga: Mobil Bekas Harga Stabil di Indonesia: Innova, Yaris hingga Panther, Bisa Jadi Investasi Anti Rugi!
Namun demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah tantangan, di antaranya penurunan indeks infrastruktur dari 79,99 menjadi 78,13 akibat keterbatasan pendanaan rehabilitasi jaringan irigasi.
“Capaian ini patut kita syukuri, namun tidak membuat kita berpuas diri. Masih banyak tantangan pembangunan yang harus kita selesaikan bersama,” tandasnya.
Mengakhiri penyampaiannya, Beky menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak, mulai dari DPRD, Forkopimda, jajaran pemerintah daerah, hingga masyarakat yang telah berkontribusi dalam pembangunan Kabupaten Blitar.
“Terima kasih atas sinergi seluruh elemen masyarakat dalam mewujudkan Kabupaten Blitar yang berdaya dan berjaya,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Blitar Supriyadi mengapresiasi Pemkab Blitar yang menunjukkan banyak peningkatan. Dia berharap, untuk kedepannya bisa lebih baik lagi. Hal ini menjadi pacuan semangat, dan tidak melunturkan kinerja.
" Masyarakat sudah menunggu janji kampanye atau politik. Seperti realisasi pembangunan, kemajuan pelayanan publik sangat dibutuhkan masyarakat," pungkasnya.(jar)
Editor : Fajar Rahmad Ali Wardana