BLITAR KAWENTAR – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Blitar pun mengajukan penambahan armada ke pemerintah pusat guna mengoptimalkan layanan angkutan pelajar.
Kepala Dishub Kabupaten Blitar, Puguh Imam Susanto mengatakan, saat ini jumlah armada bus sekolah yang beroperasi baru mencapai 12 unit.
Rinciannya, 4 unit merupakan milik Pemkab Blitar, sedangkan 8 unit lainnya merupakan bus sewa yang terdiri dari 7 bus medium dan 1 bus mikro.
“Jumlah ini belum sebanding dengan kebutuhan. Jumlah siswa banyak dan antusiasme menggunakan bus pelajar juga cukup tinggi karena banyak membantu siswa dalam mobilitas ke sekolah,” ujarnya.
Berdasarkan data dishub, sepanjang 2025, jumlah pelajar yang memanfaatkan layanan bus sekolah gratis mencapai 110.682 siswa.
Tingginya angka tersebut menunjukkan kebutuhan transportasi pelajar yang masih besar di Kabupaten Blitar.
Terlebih sudah ada trayek baru yang ditunggu oleh para siswa.
Baca Juga: Musisi Blitar Abon Jhon Siap Tur Nasional Bareng D’MASIV, Singgle Baru Juga Disiapkan
Puguh mengungkapkan telah mengusulkan penambahan armada bus sekolah kepada pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan sejak 2025 lalu.
Namun hingga saat ini usulan tersebut belum mendapat realisasi.
Tentu berharap bantuan tersebut bisa segera terwujud karena dibutuhkan masyarakat.
“Kami sudah mengusulkan tambahan empat unit bus sejak tahun lalu, tetapi sampai sekarang belum ada respons. Semoga saja dalam waktu dekat bisa segera terealisasi,” jelasnya.
Keterbatasan armada, lanjut Puguh, berdampak pada belum maksimalnya jangkauan layanan, terutama di wilayah pinggiran yang masih sulit terakses angkutan pelajar.
Karena itu, penambahan armada dinilai menjadi kebutuhan mendesak agar layanan transportasi bagi pelajar bisa lebih merata dan optimal.
Selain memberikan kemudahan akses, program bus sekolah gratis ini juga dinilai mampu mengurangi beban biaya transportasi orang tua serta menekan konsumsi bahan bakar.
Tidak hanya itu, hal ini juga menekan angka kecelakaan pelajar di Kabupaten Blitar.
“Dengan adanya bus pelajar, orang tua tidak perlu antar-jemput setiap hari. Ini juga membantu mengurangi risiko kecelakaan di kalangan pelajar,” pungkasnya. (jar/c1/ynu)
Editor : Muhammad Adib Falih Rifly