BLITAR KAWENTAR – Di tengah persiapan teknis yang terus dikebut, Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Blitar mencatat perkembangan positif terkait keberangkatan calon jemaah haji (CJH) 2026.
Hingga tahap akhir pemantapan administrasi, belum ditemukan adanya jemaah yang membatalkan keberangkatan ke Tanah Suci.
Baca Juga: Jumlah Kursi Kosong Kepala OPD di Kota Blitar Bertambah, Ini Penyebabnya
Plt Kepala Kantor Kemenhaj Kabupaten Blitar, Purnomo, menyebut kondisi ini sebagai indikator kesiapan jemaah yang cukup baik, baik dari sisi mental maupun fisik.
Stabilitas jumlah jamaah dinilai akan mempermudah proses teknis pemberangkatan yang saat ini tengah disusun secara bertahap.
Baca Juga: SUV Hybrid 200 Jutaan Bikin Geger! Konsumsi BBM 30 Km/L, Chery Siap Guncang Pasar Otomotif Indonesia
“Untuk CJH Kabupaten Blitar, sementara ini belum ada yang batal berangkat. Sampai saat ini data masih utuh dan semoga saja tidak ada kendala hingga hari H pemberangkatan nanti,” ujarnya saat dikonfirmasi.
Menurut Purnomo, kesiapan tersebut tidak lepas dari rangkaian kegiatan manasik haji yang telah dilaksanakan secara berjenjang, mulai dari tingkat kecamatan hingga kabupaten.
Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam memberikan pemahaman teknis sekaligus penguatan kesiapan ibadah bagi para jamaah.
Dia menjelaskan,manasik tingkat kabupaten telah digelar pada 26 Maret di kawasan Kampung Coklat dan dihadiri oleh kepala daerah.
Kegiatan tersebut dinilai turut memberikan motivasi tambahan bagi para jemaah menjelang keberangkatan.
Saat ini, dia tengah merampungkan proses administrasi per kelompok terbang (kloter), yakni dari kloter 106 hingga kloter 109.
"Secara keseluruhan, sebanyak 1.115 jemaah asal Kabupaten Blitar dijadwalkan berangkat pada 18 dan 19 Mei mendatang," terangnya.
Di sisa waktu menjelang keberangkatan, Kemenhaj mengimbau para jemaah menjaga kondisi kesehatan.
"Hal ini penting guna memastikan seluruh proses pemeriksaan di asrama haji dapat berjalan lancar tanpa kendala medis yang dapat menghambat keberangkatan," tutupnya. (kho/c1/ynu)
Editor : Muhammad Adib Falih Rifly