BLITAR KAWENTAR – Seorang remaja ditemukan meninggal dunia setelah tertabrak kereta api di perlintasan rel Kelurahan Tangkil, Kecamatan Wlingi, pada Selasa (31/3) malam.
Korban diketahui berinisial TR, 19, warga Kelurahan Klemunan, Kecamatan Wlingi.
Baca Juga: 7 Rekomendasi Mobil Hatchback Bekas di Bawah 100 Juta, Lebih Mewah dan Bertenaga daripada LCGC!
Peristiwa nahas terjadi sekitar pukul 18.53 WIB di KM 102+00 petak jalan Kesamben–Wlingi, tepatnya di Kelurahan Tangkil.
Sontak setelah kejadian ramai warga yang penasaran dengan kondisi remaja itu.
Baca Juga: Kemenag Kabupaten Blitar Pastikan 100 Persen CJH Berangkat Tahun Ini ke Tanah Suci
Kasi Humas Polres Blitar, Aiptu Syaiful Muheni menjelaskan, kecelakaan bermula saat Kereta Api (KA) Majapahit relasi Malang–Pasar Senen melintas di lokasi kejadian.
Ternyata hal yang tidak terduga dilihat oleh masinis KA. Pemuda itu diduga sengaja menabrakkan diri ke KA.
Baca Juga: Jumlah Kursi Kosong Kepala OPD di Kota Blitar Bertambah, Ini Penyebabnya
“Masinis melihat korban dalam posisi tiduran di atas rel dekat jembatan. Klakson sudah dibunyikan, namun korban tidak bergerak hingga akhirnya tertabrak,” ujarnya.
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka berat dan dinyatakan meninggal dunia di lokasi.
Baca Juga: SUV Hybrid 200 Jutaan Bikin Geger! Konsumsi BBM 30 Km/L, Chery Siap Guncang Pasar Otomotif Indonesia
Warga setempat informasinya tidak mengetahui TR yang hendak menabrakkan diri pada KA.
Sebab waktu kejadian malam hari sehingga tidak ada yang memperhatikan gerak-gerik pemuda itu.
Mengetahui kejadian itu, masinis segera melaporkan ke petugas Stasiun Wlingi dan Polsek Wlingi.
Petugas kepolisian bersama tim Inafis Polres Blitar kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
“Selanjutnya, jenazah korban dievakuasi ke RSUD Ngudi Waluyo Wlingi sebelum diserahkan kepada pihak keluarga. Kami mengimbau untuk warga agar tidak berkegiatan di sekitar rel kereta api, tentu hal itu dapat membahayakan,” ungkapnya.
Muheni menambahkan, hingga saat ini pihak kepolisian masih melakukan pendalaman untuk mengetahui motif di balik kejadian tersebut.
Sebab, perlu diketahui penyebab pemuda itu melakukan adegan berbahaya. “Kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab pasti kejadian ini,” pungkasnya. (jar/c1/ynu)
Editor : Muhammad Adib Falih Rifly