KEWENTARAN– Upaya efisiensi anggaran terus didorong di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar. Selain wacana penerapan work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN), penggunaan transportasi yang lebih hemat juga menjadi perhatian. DPRD Kota Blitar mengimbau ASN hingga pegawai non-ASN untuk mulai menggunakan sepeda saat berangkat ke kantor sebagai langkah penghematan bahan bakar minyak (BBM).
Ketua DPRD Kota Blitar Syahrul Alim mengatakan, kebijakan WFH yang direncanakan satu kali dalam sepekan merupakan bagian dari langkah efisiensi belanja daerah. Namun, kebijakan tersebut dinilai perlu diimbangi dengan upaya lain yang lebih konkret, salah satunya pengurangan konsumsi BBM.
Baca Juga: 7 Rekomendasi Mobil Hatchback Bekas di Bawah 100 Juta, Lebih Mewah dan Bertenaga daripada LCGC!
“WFH memang salah satu solusi efisiensi. Tapi harus diikuti langkah lain, seperti penghematan BBM. Salah satunya ASN bisa mulai menggunakan sepeda ke kantor,” ujarnya, kemarin (1/4).
Menurutnya, penggunaan sepeda tidak hanya berdampak pada penghematan anggaran, tetapi juga memberikan manfaat bagi kesehatan pegawai. Selain itu, bagi ASN yang sebelumnya menggunakan mobil pribadi dapat beralih menggunakan sepeda motor agar lebih irit.
Baca Juga: Kemenag Kabupaten Blitar Pastikan 100 Persen CJH Berangkat Tahun Ini ke Tanah Suci
Dia menambahkan, upaya penghematan tidak hanya berlaku bagi ASN, tetapi juga seluruh pegawai di lingkungan Pemkot Blitar, mulai dari PPPK, pegawai non-ASN, hingga tenaga kontrak atau outsourcing. Semua pihak diharapkan memiliki kesadaran bersama untuk menekan pengeluaran daerah. “Efisiensi ini tanggung jawab bersama. Tidak hanya ASN, tapi semua pegawai harus ikut berperan,” tegasnya.
Selain sektor transportasi, DPRD juga mendorong agar kegiatan-kegiatan yang dinilai membebani APBD dapat disesuaikan dengan kondisi keuangan daerah saat ini. Program yang tidak terlalu prioritas diharapkan dapat dievaluasi atau ditunda.
Baca Juga: Jumlah Kursi Kosong Kepala OPD di Kota Blitar Bertambah, Ini Penyebabnya
Sementara itu, Pemkot Blitar telah mengimbau ASN untuk mulai melakukan penghematan BBM sebagai tindak lanjut kebijakan efisiensi dari pemerintah pusat. Salah satunya dengan penggunaan moda transportasi yang lebih hemat energi. “Kami mengimbau ASN untuk ke kantor menggunakan kendaraan non-BBM, seperti sepeda atau motor listrik,” ujar Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin.
Selain itu, pemerintah pusat juga mewacanakan penerapan WFH sebagai bagian dari efisiensi. Namun, hingga saat ini pemkot masih menunggu petunjuk teknis lebih lanjut sebelum menerapkannya. “Untuk WFH, kami masih melihat arahan dari pemerintah pusat maupun provinsi,” jelasnya.
Baca Juga: SUV Hybrid 200 Jutaan Bikin Geger! Konsumsi BBM 30 Km/L, Chery Siap Guncang Pasar Otomotif Indonesia
Dia menegaskan, langkah efisiensi tidak hanya dilakukan melalui pola kerja, tetapi juga dengan menekan penggunaan fasilitas operasional pemerintah, termasuk kendaraan dinas. “Penggunaan operasional kita minimalkan, termasuk patwal yang hanya digunakan untuk kebutuhan tertentu,” katanya.
Sebagai bentuk komitmen, wali kota juga berencana memberikan contoh langsung dalam penghematan energi, salah satunya dengan menggunakan sepeda untuk aktivitas kerja. ”Kita sebagai pimpinan harus memberi contoh agar ASN bisa ikut menerapkan,” tambahnya.(bud/c1/sub)
Editor : Saifullah Muhammad Jafar