Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Dinkes Kabupaten Blitar Imbau Masyarakat Waspada Penyebaran Leptospirosis di Lingkungan Lembap

Akhmad Nur Khoiri • Jumat, 3 April 2026 | 15:00 WIB

Waspadai Leptospirosis di Lingkungan Lembap
Waspadai Leptospirosis di Lingkungan Lembap

BLITAR KAWENTAR – Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit leptospirosis yang berpotensi muncul, terutama saat musim hujan dan kondisi lingkungan yang lembap.

Selain menular ke hewan ternak, penyakit ini termasuk zoonosis yang dapat menular dari hewan ke manusia melalui media tertentu.

Baca Juga: Rekomendasi Mobil Irit Rp80 Jutaan 2025: Nissan Grand Livina, Evalia, hingga Wagon Unik Ini Siap Harian dan Liburan!

Pada hewan ternak seperti sapi, kambing, maupun anjing, gejala yang muncul antara lain demam, lemas, penurunan nafsu makan, hingga keguguran dan penurunan produksi susu.

Upaya pencegahan dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan lingkungan kandang, menggunakan alat pelindung saat beraktivitas di area kotor.

Baca Juga: Daftar Mobil Bekas Rp80 Jutaan Paling Layak Dipakai Lama: Datsun Cross hingga Confero, Mana Terbaik?

“Selain itu, juga dengan mengendalikan populasi tikus agar risiko penularan dapat ditekan,” jelas Kabid Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Blitar, Lusia Adityaningtyas.

Selama ini, penularan leptospirosis umumnya terjadi melalui kontak dengan air banjir atau genangan yang telah tercemar urine hewan terinfeksi, terutama tikus.

Baca Juga: Komparasi Mitsubishi Xpander 2025 vs Suzuki Ertiga Hybrid (R3): Mesin, BBM, dan Fitur—Mana Paling Worth It Dibeli?

 Risiko penularan akan meningkat apabila seseorang memiliki luka terbuka yang terkena air atau tanah yang kotor.

“Leptospirosis merupakan penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia, terutama melalui air atau tanah yang telah terkontaminasi urine hewan terinfeksi, sehingga masyarakat harus lebih waspada saat beraktivitas di lingkungan yang berisiko,” ujar Lusia.

Baca Juga: Komparasi Suzuki Ertiga Hybrid vs Mitsubishi Xpander 2025: Beda Rp22 Juta, Mana Lebih Worth It untuk Keluarga?

Dia  menambahkan, lingkungan yang kotor serta tingginya populasi tikus menjadi faktor utama yang mempercepat penyebaran penyakit tersebut.

Oleh karena itu, kebersihan lingkungan menjadi langkah penting dalam pencegahan. 

Baca Juga: Perbandingan 5 MPV Bekas Rp80 Jutaan 2025: Avanza vs Xenia vs Livina vs Ertiga vs Confero, Mana Paling Worth It?

Dari sisi gejala, leptospirosis pada manusia ditandai dengan demam tinggi, sakit kepala, nyeri otot terutama di bagian betis, mata merah, hingga mual dan muntah.

Dalam kondisi yang lebih parah, penyakit ini dapat berkembang menjadi gangguan serius seperti penyakit kuning hingga gagal ginjal. (kho/c1/ynu)

 

Editor : Oksania Difa Ilmada
#bahaya lingkungan lembab #dinas kesehatan #penyakit menular #leptospirosis #Dinas Kesehatan Blitar