BLITAR KAWENTAR – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Blitar menegaskan komitmen dalam menghadirkan layanan transportasi gratis bagi pelajar tanpa mengganggu mata pencaharian sopir angkutan umum lokal.
Kebijakan ini dirancang untuk menjaga keseimbangan ekosistem transportasi, khususnya bagi angkutan yang telah memiliki sistem langganan atau abonemen.
Kabid Angkutan Dishub Kabupaten Blitar, Anik Yuanawati, menjelaskan bahwa operasional bus sekolah gratis difokuskan pada segmen pelajar tertentu.
Sasaran utamanya adalah siswa yang sebelumnya diantar-jemput oleh orang tua menggunakan kendaraan pribadi atau mereka yang belum menggunakan jasa angkutan umum.
“Di lapangan, kami jumpai banyak angkutan abonemen. Prinsip kami memberikan layanan gratis tanpa mengurangi pelanggan sopir angkutan yang sudah ada. Kami menampung anak-anak yang selama ini diantar orang tua,” ujarnya.
Menurutnya, strategi ini dinilai efektif dalam mengurangi penggunaan kendaraan pribadi oleh pelajar, khususnya yang belum cukup umur untuk berkendara sendiri.
Baca Juga: Daftar Mobil Bekas Rp80 Jutaan Paling Layak Dipakai Lama: Datsun Cross hingga Confero, Mana Terbaik?
"Selain itu, kebijakan ini juga menjadi solusi bagi orang tua dalam memastikan anak-anak mendapatkan akses transportasi yang aman dan terjangkau menuju sekolah," sambungnya.
Dishub memastikan kehadiran bus sekolah bukan untuk menjadi pesaing angkutan umum, melainkan sebagai pelengkap layanan transportasi yang sudah ada.
Dengan pemetaan penumpang yang tepat, potensi gesekan antara pemerintah dan pelaku usaha angkutan konvensional dapat diminimalisasi.
Saat ini, dishub telah mengoperasikan 12 armada bus sekolah, terdiri dari 4 unit milik pemerintah daerah dan 8 unit bus sewa.
Penambahan rute baru, seperti jalur Doko–Kesamben, juga dilakukan berdasarkan kebutuhan masyarakat serta ketersediaan layanan transportasi di wilayah tersebut.
“Alhamdulillah, anak-anak senang dengan fasilitas ini. Kami pastikan layanan berjalan berdampingan dengan sopir angkutan umum agar semua pihak merasa aman dan nyaman,” pungkas Anik. (kho/c1/ynu)
Editor : Oksania Difa Ilmada