Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Jumlah Korban Kecelakaan Naik 143 Persen

Fajar Rahmad Ali Wardana • Jumat, 3 April 2026 | 12:50 WIB
Nahas ketika lebaran tidak patut diulangi lagi, sebab korban luka akibat kecelakaan lalu lintas selama Operasi Ketupat Semeru 2026 di wilayah hukum Polres Blitar mengalami lonjakan signifikan.
Nahas ketika lebaran tidak patut diulangi lagi, sebab korban luka akibat kecelakaan lalu lintas selama Operasi Ketupat Semeru 2026 di wilayah hukum Polres Blitar mengalami lonjakan signifikan.

KAWENTARAN – Nahas ketika lebaran tidak patut diulangi lagi, sebab korban luka akibat kecelakaan lalu lintas selama Operasi Ketupat Semeru 2026 di wilayah hukum Polres Blitar mengalami lonjakan signifikan.

Kenaikannya bahkan mencapai 143 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Baca Juga: Pemkot Blitar Usulkan Wisata Makam Bung Karno Jadi Cagar Budaya Nasional

KBO Satlantas Polres Blitar Iptu Putut Siswahyudi mengatakan, selama pelaksanaan operasi tercatat sebanyak 15 peristiwa kecelakaan.

Dari total kejadian tersebut, dua orang mengalami luka berat dan 17 lainnya luka ringan.

Baca Juga: Di Blitar Marak Terbangkan Balon Udara, Begini Dampaknya yang Terjadi

Hal tersebut membuat warga Bumi Penataran harus waspada, karena melanggar lalu lintas tentu berbahaya.

“Jika dibandingkan dengan 2025, angka tersebut meningkat cukup tajam.

Baca Juga: Pastikan Bus Sekolah Tak Ganggu Angkutan Umum, Dishub Kabupaten Blitar: Kami Jalan Beriringan

Tahun lalu, hanya tercatat 6 kejadian kecelakaan dengan rincian 4 korban luka berat dan 7 korban luka ringan yang kami tangani,” ujarnya.

Dia melanjutkan, mayoritas kecelakaan masih didominasi kendaraan roda dua karena memang jumlah penggunanya cukup banyak. Selain itu, waktu kejadian paling sering terjadi pada sore hari, terutama antara pukul 15.00 hingga 18.00 WIB atau menjelang waktu berbuka puasa.

Baca Juga: Rekomendasi Mobil Irit Rp80 Jutaan 2025: Nissan Grand Livina, Evalia, hingga Wagon Unik Ini Siap Harian dan Liburan!

Rentang waktu itu, banyak masyarakat melakukan ngabuburit untuk mencari takjil dan makanan buka puasa.

Jalanan di Kecamatan Garum, Kesamben hingga Kanigoro rawan kecelakaan. Karena jalurnya yang lurus, sehingga dapat membuat pengendara kehilangan konsentrasi.

Baca Juga: Perbandingan 5 MPV Bekas Rp80 Jutaan 2025: Avanza vs Xenia vs Livina vs Ertiga vs Confero, Mana Paling Worth It?

Banyak pengendara motor pada jalur tersebut cenderung berperilaku melanggar lalu lintas.

“Faktor utama penyebab kecelakaan didominasi human error atau kurangnya konsentrasi pengendara. Terlebih masih banyak yang didapati melanggar lalu lintas, seperti tidak memakai helm,” jelasnya.

Baca Juga: Perbandingan Suzuki Ertiga vs Mitsubishi Xpander: Uji 7 Penumpang dan Koper, Siapa Lebih Praktis untuk Mudik?

Putut menambahkan, kondisi fisik pengendara yang menurun saat sore hari, terutama saat berpuasa, turut menjadi salah satu pemicu terjadinya kecelakaan.

Karena itu, pihaknya mengimbau masyarakat agar lebih disiplin dalam berlalu lintas, mematuhi aturan, serta memastikan kondisi tubuh tetap prima saat berkendara.“Kami mengingatkan pengendara untuk tidak mudah terpancing emosi di jalan dan selalu menjaga keselamatan,” pungkasnya.(jar/sub)

Editor : Saifullah Muhammad Jafar
#Arus Mudik 2026 #ketupat #Dishub Blitar #polres blitar #Satlantas Blitar Kota