BLITAR KAWENTAR – Peningkatan volume air yang dipicu curah hujan tinggi di wilayah hulu Sungai Brantas dinilai berpotensi memengaruhi keselamatan transportasi penyeberangan atau tambangan.
Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Blitar memberikan perhatian khusus terhadap fluktuasi debit air Sungai Brantas.
Kepala Dishub Kabupaten Blitar, Puguh Imam Susanto menyampaikan, pemantauan kondisi sungai menjadi prioritas utama guna memastikan kelancaran dan keselamatan pengguna jasa transportasi jalur air. Dia meminta seluruh operator penyeberangan rutin memantau perkembangan debit air sebelum beroperasi.
Baca Juga: Toyota Veloz Hybrid 2026 Resmi Hadir, Harga Mulai Rp299 Juta Jadi MPV Hybrid Termurah Toyota di Indonesia
“Kami melihat kondisi debit air saat ini sedang naik. Kami sarankan dan tegaskan kepada para operator selalu mengutamakan keselamatan. Jika arus terlalu deras atau debit air mencapai ambang batas rawan, operasional harus menyesuaikan,” ujarnya.
Menurutnya, kenaikan debit air tidak hanya meningkatkan kecepatan arus, tetapi juga membawa material seperti kayu dan rumpun bambu yang berpotensi mengganggu kinerja perahu penyeberangan.
Kondisi ini dapat meningkatkan risiko kecelakaan apabila tidak diantisipasi dengan baik oleh operator.
Dishub juga mendorong adanya komunikasi intensif antaroperator di sepanjang aliran sungai.
Hal ini penting agar informasi terkait kenaikan debit air dari wilayah hulu dapat diterima lebih cepat dan menjadi dasar pengambilan keputusan operasional di lapangan.
Puguh menegaskan, meskipun mobilitas masyarakat sebagian sudah memilih menggunakan jalur darat yang lebih memutar, faktor keselamatan tetap menjadi prioritas utama. Aktivitas penyeberangan harus menyesuaikan kondisi alam yang dinamis.
“Intinya tujuan kami agar masyarakat yang menggunakan transportasi penyeberangan tetap aman. Keselamatan adalah hal prinsip yang tidak bisa ditawar, terutama saat kondisi alam seperti sekarang,” pungkasnya. (kho/c1/ynu)
Editor : M. Subchan Abdullah