Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Dianggap Kuno, Begini Cara Putri Batik Kota Blitar Ini Gaungkan Batik di Kalangan Anak Muda

M. Subchan Abdullah • Senin, 6 April 2026 | 13:00 WIB

Tiara Rahma Anjani UNTUK RADAR BLITAR 

ANGGUN: Tiara Rahma Anjani mengenakan gaun batik saat tampil di suata acara beberapa waktu lalu.
Tiara Rahma Anjani UNTUK RADAR BLITAR ANGGUN: Tiara Rahma Anjani mengenakan gaun batik saat tampil di suata acara beberapa waktu lalu.

 

BLITAR KAWENTAR - Di tengah arus tren fasyen modern, batik masih kerap dianggap kuno oleh sebagian generasi muda.

Hal ini menjadi perhatian Tiara Rahma Anjani, Putri Batik Kota Blitar 2025, yang membawa visi menjadikan batik lebih relevan di kalangan anak muda.

Baca Juga: Modus Gendam di Stasiun Wlingi, Perempuan Asal Blitar Kehilangan Rp13 Juta: Pelaku Kabur Saat Korban Salat

“Batik bukan hanya sekadar kain, tetapi identitas dan bentuk kecintaan terhadap budaya Indonesia,” tegas Tiara tentang Batik.

Berangkat dari keresahan tersebut, Tiara merumuskan misi untuk menghadirkan pendekatan batik yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Baca Juga: Bosan Sama Avanza? Lirik Suzuki Ertiga Generasi Pertama, Mobil Keluarga Rp100 Jutaan yang Nyaman dan Minim 'Ragat'

Dia menilai, tantangan terbesar adalah pola pikir generasi muda yang menganggap batik kurang modern.

“Saya pernah mengusulkan penggunaan batik sebagai dresscode acara dengan teman sebaya, tapi banyak yang kurang setuju karena dianggap kurang kekinian,” ungkap pelajar warga Desa Jugo, Kecamatan Kesamben ini.

Baca Juga: Fenomena 'Kabin Gibah' hingga Suspensi Ambles, Mengapa Daihatsu Sigra Masih Jadi Mobil Terlaris Meski Terus Dihujat?

Dari pengalaman itu, dia menyadari bahwa pelestarian batik perlu diwujudkan melalui langkah nyata.

Salah satunya melalui program “ETIK (Edukasi Batik)” yang menyasar anak usia dini dan dijalankan bersama rekan Putra Putri Batik 2025.

Baca Juga: Harga Tetap Stabil! Ini Rahasia Toyota Avanza Generasi Pertama Masih Jadi Buruan di 2026, Mobil 'Busuk' yang Tak Bisa Rusak?

Program ini dikemas secara interaktif, mulai dari penyuluhan singkat hingga praktik menggambar dan mewarnai motif batik khas Kota Blitar.

“Saya ingin menumbuhkan rasa ketertarikan dan kebanggaan terhadap batik sejak dini,” jelasnya.

Baca Juga: Hati-Hati Tertipu Merek! Ini 5 Mobil Honda Bekas yang Sebaiknya Jangan Dibeli di 2026, Penyakitnya Bikin Kantong Jebol

Selain itu, Tiara juga aktif berkolaborasi dengan komunitas seperti Patria Wastra melalui workshop, pameran, hingga edukasi berkain batik dengan gaya yang lebih modern.

Upaya ini dilakukan agar batik tidak lagi dipandang sebagai pakaian formal, tetapi menjadi bagian dari gaya hidup.

Baca Juga: Investasi Cerdas! 5 Mobil Bekas 80 Jutaan yang Dulu Kurang Laku Tapi Kini Jadi Buruan, Ada 'Hatchback' Rasa GTR?

Pemanfaatan media sosial juga menjadi strategi utama.

Melalui Instagram dan TikTok, Tiara membagikan konten edukasi, mulai dari filosofi motif hingga inspirasi gaya batik.

Baca Juga: Nyaman Ga Harus Mahal! Ini 3 Mobil Bekas 80 Jutaan yang Irit BBM dan Mewah, Ada MPV Rasa Sedan hingga Wagon Langka

“Melalui media sosial, saya ingin menunjukkan bahwa batik bisa tetap relevan dan menarik bagi anak muda,” ujar siswi SMN 1 Kesamben ini. 

Ke depan, dia berharap upaya tersebut dapat membawa dampak lebih luas, sekaligus mendukung pengrajin dan UMKM batik di Blitar.

Baca Juga: Nyaman Ga Harus Mahal! Ini 3 Mobil Bekas 80 Jutaan yang Irit BBM dan Mewah, Ada MPV Rasa Sedan hingga Wagon Langka

“Saya ingin batik Blitar bisa dikenal lebih luas, bahkan hingga tingkat nasional dan internasional,” pungkasnya. (mg3/sub/ady)

Editor : Oksania Difa Ilmada
#putri batik blitar 2025 #Tiara Rahma Anjani #program putri batik #batik blitar #putri batik blitar