Sebanyak enam petugas haji daerah (PHD) telah disiapkan untuk memberikan pelayanan maksimal bagi jemaah selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.
Baca Juga: Semarakkan Hari Jadi Kota Blitar, Pemkot Hanya Sanggup Gelontorkan Anggaran Sekitar Rp 100 Juta
Plt Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Blitar, Purnomo menjelaskan, komposisi petugas tahun ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan utama Jemaah yakni pelayanan umum dan kesehatan.
Pembagian tersebut diharapkan mampu mendukung kelancaran ibadah sekaligus menjaga kondisi fisik jemaah.
Baca Juga: Program Bimbel Pemkot Blitar Alami Kendala Jelang Pelaksanaan SNBT
“Untuk PHD Kabupaten Blitar, terdapat enam petugas yang akan menyertai jemaah.
Pembagiannya merata, yakni tiga petugas untuk pelayanan umum dan tiga petugas khusus untuk pelayanan kesehatan,” ujarnya.
Menurutnya, keberadaan petugas kesehatan menjadi prioritas penting mengingat kondisi cuaca di Arab Saudi yang cukup ekstrem dan membutuhkan kesiapan fisik yang optimal.
Petugas kesehatan akan bertugas melakukan pemantauan rutin, khususnya bagi jemaah yang tergolong lanjut usia maupun berisiko tinggi.
Baca Juga: Rekomendasi Laptop Bisnis Terbaik untuk Kemudahan Deployment Skala Perusahaan
Sementara itu, petugas pelayanan umum akan berperan dalam mendukung kebutuhan teknis selama pelaksanaan ibadah.
Mereka bertanggung jawab terhadap pengelolaan logistik, akomodasi, serta memberikan bimbingan teknis agar jemaah dapat menjalankan rangkaian ibadah dengan tertib.
Purnomo menambahkan, keberadaan PHD menjadi bagian penting dalam memastikan pelayanan kepada jemaah berjalan maksimal.
"Para petugas diharapkan dapat menjadi penghubung antara jemaah dan berbagai layanan yang tersedia selama di Tanah Suci," terangnya.
Dengan kesiapan tersebut, harapannya seluruh jemaah dapat menjalankan ibadah haji dengan lancar dan kembali ke tanah air dalam kondisi sehat.
“Harapan kami, para petugas ini bisa bekerja secara tulus dan sigap. Tugas mereka berat karena harus memastikan jemaah merasa aman dan nyaman,” tutupnya. (kho/c1/ynu)
Editor : Oksania Difa Ilmada